PENGENALAN ALAT SPEKTOFOTOMETER

Posted on February 25th, 2013 in Biokimia,Struktur Fungsi Subseluler by AKROM EFFENDI

PENDAHULUAN

 

Pengukuran konsentrsi larutan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah menggunakan spektofotometer ultra violet/nampak. Sesuai dengan yang dijelaskan oleh Keenan (1998) spektrofotomet dapat digunakan untuk menganalisis konsentrasi suatu zat di dalam larutan berdasarkan absorbansi terhadap warna dari larutan pada panjang gelombang tertentu.Pengetahuan mengenai cara pengoprasian dan perwatan alat ini sangat diperlukan oleh praktikan guna menunjang keberhasilan praktium – praktikum selanjunya.

Spektofotometri adalah suatu metode atau cara analisis yang didasarkan pada serapan sinar monokromatis oleh suatu larutan berwarna dengan panjang gelombang spesifik. Sinar serapan monokromatis ini diukur dengan monokromator prisma atau kisi difraksi  dengan fototube (Underwood 2001). Sedangkan menurut  Basset (1994) spektofotometri adalah metode untuk mengukur trsansmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang dengan alat yang disebut spektofotometer.

Praktikum ini bertujuan untuk menerapkan cara pengoprasian Spektofotometer Ultra Violet/Nampak dan membut kurva standar dari data konsentrasi serta nila absorban larutan biru metilen dengan berbagai konsentrasi.

 

 

METODE

 

 

Praktikum dilakukan di labiolaturium Stuktur dan Fungsi Subseluler deparment Biokimia pada tanggal 8 Febuari 2013. Alat yang di gunakan adalah Spektrofotometr Ultra Violet/Namapak (UV/Vsible Spekctophotomet), yang memiliki jarak sinar tampak antara 340- 1000 nm yang berasal dari lamu tungsent untuk membangkitkan gelombang ini. Sampel di tempatkan pada wadah atau kuvet yang terbuat dari plastik (kuvet plastik). Larutan biru metilen dengan konsentrasi 2 x 10-5 M, 4 x 10-5 M, 6 x 10-5 M, 8 x 10-5M, dan 1 x 10-4M digunakan sebagai sampel yang akan di ukur absornannya. Aquades digunakan sebagai larutan blanko akan diatur hingga menunjukkan absorban 0 (100% transmitn).

Percobabaan dimunlai dengan menyiapakan spektrofotometer. Gelombang yang diperlukan dipilih dan menggunakan sumber cahaya yang sesuai. Panjang gelobang yang digunakan untuk pengukurana absorban sampel berada pada rentang 600- 680 nm. Penetapan absorban blanko di lakukan dengan mengisi kuvet plastik dengan aquades sampai ¾ bagian. Pengukuran sampel dimulai dengan larutan berkonsentrasi 6 x 10-5M untuk menentukan nilai absortan tertinggi sepanjang rentang panjang gelombang yaitu ; 600 nm, 610 nm, 620 nm, 630 nm, 640 nm, 650 nm, 660 nm, 680 nm, dan 680 nm. Pengukuran absorban dilanjutkan dari kosentrasi rendah ke kosentrasi tinggi.

Perhitungan pembuatan berbagai macam konsentrasi larutan bitu metil dengan menggunakan persamaan Volume (ml) larutan awal yang harus diambil untuk diencerkan dilambangkan dengan v1, n1 menunjukkan jumlah mol pada voleme awal. Volume (ml) larutan yang harus ditambahkan untuk mengencerkan dilambangkan v2, n2 melambangkan jumlahmol yang inigin dibuat pada konsentrsai pengenceran yang diinginkan.

 

 

HASIL

 


 

Hasil pengukuran nilai absorban biru metilen konsentrasi 6 x 10-5M menggunakan panjang gelombang pada rentang 600 – 680 nm untuk penentuan panjang gelombang maksimum (Tabel 1) berada pada panjang gelombang 660nm. Sebagai nilai pembanding nilai absorban larutan blanko ditetapkan 0 A. Nilai absorban biru metilen pada panjang gelombang 600 nm adalah 1,863 A. Nilai absorban ini terus naik dengan dinaikannya panjang gelombang hingga 660 nm. Nilai absorbansi yang diperoleh pada panjang gelombang terebut adalah 2,366 A (Gambar 1). Selanjutnya nilai absorbansi turun dengan dinaikkannya panjang gelombang hingga 680 nm.

Tabel 1 Penentuan panjang gelombang maksimum

 

Panjang gelombang (nm)

Absorbansi (A)

600

1,836

610

1,993

620

1,991

630

2,022

640

2,163

650

2,356

660

2,366

670

1,198

680

1,234

 

Hasil pengukuran nilai absorban biru metilen dengan berbagai konsentrasi kurva setandar (Gambar 2). Nilai hasil pengukuran absorbansi 0,635 A untuk biru metilen pada konsentrasi terrendah 2 x 10-5M. Pengukuran pada konsentrasi 4 x 10-5M menunjukkan nilai 1,643 A. Pengukuran dengan konsentrasi yang lebih tinggi menunjukkan nilai absorban yang lebih besar yaitu 2,336 A dan 2,977 A untuk konsentrasi 6 x 10-5 M serta 8 x 10-5 M.

Tabel 2 Penentuan kurva standar

Konsentrasi (M)

Absorbansi (A)

0,000

0,000

2,00 x 10-5

0,635

4,00 x 10-5

1,643

6 ,00x 10-5

2,366

8,00 x 10-5

2,972

1,00 x 10-4

 

 

 

Perhitungan pengenceran larutan biru metilen untuk mendapatkan konsentrasi 2 x 10-5M pada volume 5 ml.

Jadi larutan biru metilen awal yang harus diambil adalah 1 ml untuk diencerkan menjadi 5 ml dan berkonsentrasi 2 x 10-5M .

 

 

PEMBAHASAN

 

 

 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis spektrofotometri  ultra violet/nampak diutamakan senyawa tidak berwarna yang akan dianalisis dengan spektrofotometri visibel maka senyawa tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi senyawa yang berwarna. Pembentukan molekul agar sinar ultra violet/nampak dapat diserap, hal ini perlu dilakukan jika senyawa yang dianalisis tidak menyerap pada daerah tersebut. Panjang gelombang yang digunakan untuk analisis kuantitatif adalah panjang gelombang yang mempunyai absorbansi maksimal dengan alasan 1) Pada panjang gelombang maksimal, kepekaannya juga maksimal karena pada panjang gelombang maksimal tersebut, perubahan absorbansi untuk setiap satuan konsentrasi adalah yang paling besar. 2) Disekitar panjang gelombang maksimal, bentuk kurva absorbansi datar dan pada kondisi tersebut hukum    lambert-beer akan terpenuhi. 3) Jika dilakukan pengukuran ulang maka kesalahan yang disebabkan oleh pemasangan ulang panjang gelombang akan kecil sekali, ketika digunakan panjang gelombang maksimal (Sastrohamidjojo 1992).

Sastrohamidjojo (1992) menjelelaskan sensitivitas tinggi dimiliki oleh spektrofotometer ulta violet/nampak hingga batas deteksi untuk mengabsorpsi pada jarak 10-4 sampai 10-5 M. Jarak ini dapat diperpanjang menjadi 10-6 sampai 10-7 M dengan prosedur modifikasi yang pasti. Jenis ini juga memiliki ketelitian baik, kesalahan relatif pada konsentrasi yang ditemui ada pada jarak dari 1% sampai 5%. Kesalahan tersebut dapat diperkecil hingga beberapa puluh persen dengan perlakuan yang khusus.

Jenis-jenis spektrofotometri, yaitu 1) Spektrofotometri Infra Red atau Infra Merah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang 0,75 – 1.000 µm atau pada Bilangan Gelombang 13.000 – 10 cm-1. 2) Interaksi Radiasi Elektro Magnetik (REM) .Apabila media transparan tersebut mengandung hanya partikel dengan ukuran dimensi atom (permukaan 0,01 A2) maka akan terjadi percikan radiasi dengan intensitas yang sangat lemah. Radiasi hamburan tersebut dikenal dengan hamburan Rayleigh. 3) Suatu zat yang berinteraksi dengan radiasi, setelah mengabsorpsi radiasi tersebut, bisa mengemisikan radiasi dengan panjang gelombang yang umumnya lebih besar daripada panjang gelombang radiasi yang diserap. Fenomena tersebut disebut fotoluminensi yang mencakup dua jenis yaitu fluoresensi dan fosforesensi. Fluoresensi terjadi dalam selang waktu lebih pedek daripada fosforesensi. 4) Metode baru sebagai anggota baru teknik soektroskopi yang diberi nama “Nuclear Magnetic Resonance (NMR)”. Para ilmuwan di Indonesia mempopulerkan metode ini dengan nama spektrofotometer Resonansi Magnet Inti (RMI). Spektrofotometri RMI sangat penting artinya dalam analisis kualitatif, khususnya dalam penentuan struktur molekul zat organik (Sastrohamidjojo 1992).

Hasil diperoleh bahwa kurva standar  dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi suatu sampel yang belum diketahui konsentrasinya dengan menggunakan hubungan antara konsentrasi yang berbanding terbalik yaitu semakin tinggi konsentrasinya maka nilai absorbansinya akan semakin rendah.

 

SIMPULAN


 

Kurva standar  digunakan untuk menghitung konsentrasi suatu sampel yang belum diketahui konsentrasinya dengan menggunakan hubungan antara konsentrasi yang berbanding terbalik yaitu semakin tinggi konsentrasinya maka nilai absorbansinya akan semakin rendah. Pengetahuan pengoprasian dan perawatan Spektrofotometer Ultra Violet/Nampak sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan praktikum.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Basset, J. 1994. Kimia  Analisis  Kuantitatif  Anorganik. Jakarta: EGC.

 

Keenan,W. Charles. 1992. Kimia Untuk Universitas Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

 

Sastrohamidjojo, Hardjono. 1992. Spektroskopi Inframerah. Yogyakarta : Liberty Yogyakarta.

 

Underwood, A.L, R.A Day, J.R. 2001. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : Erlangga.

 

Resimen Mahasiswa

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB by AKROM EFFENDI

Nama    : Nurmiza

TTL       : Teluk Belitung, 28 januari 1995

NIM      : J3W412012

PK        : PPP (Produksi dan Pengembangan Pertanian terpadu)

Alamat  : Jl. Lodaya II, Cilibende.

 

Resimen mahasiswa (menwa) suatu organisasi suka rela dimana diorganisasi ini kita diajari tentang arti kepemimpinan, kedisiplinan, kekompakan, kesiapan, kekuatan fisik dan mental, kebersamaan dan yang paling sering disebut disini jiwa korsa. Tapi, bagi kami mahasiswa PPP Diploma IPB menwa adalah suatu kegiatan yang wajib diikuti, karena kami mahasiswa PPP akan sering ditempatkan dilapangan sehingga kami diwajibkan mengikuti menwa agar memiliki fisik dan mental yang kuat.

Sebelum kami melaksanakan kegiatan malamnya kami dikumpulkan, diwawancara sama seseorang yang sama sekali tidak kami kenal bahkan sampai saat ini, yang menurutku cukup menyeramkan. Saat itu saya sendiri tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Hasil dari wawancaranya yaaa ituu tidur di aspal. “Sungguh ironis memang….

Dalam kegiatan menwa ini kami dilatih di Batalyon Infanteri 315/Garuda selama 9 hari. Disini kami dilatih oleh 20 orang TNI, kami benar-benar dibina membentuk fisik yang kuat. Pergi dan pulang kegiatan kami lakukan dengan berjalan kaki tanpa kendaraan sungguh sangat melelahkan karena “saya sendiri tidak pernah berjalan kaki sejauh itu….” Jalan jongkok, push up, lari, tiarap itu adalah rutinitas harian kami selama kegiatan. Selain itu waktu makan kami selalu dibatasi, waktu makan menjadi moment yang saya takuti saat disana.

Hari pertama diYonif kegiatannya upacara pembukaan, cek kesehatan terus kami dikenalkan apa saja yang ada di Yonif, dalam perjalanan tentunya kami selalu dibumbui dengan lari-lari, jalan jongkok, tiarap, bahkan masuk got, dan hari pertama kami dapat hadiah “ciuman sama ikan”.

Hari kedua sampai hari keempat diYonif kegiatannya pembekalan materi terus praktek dilapangan seperti PBB, PUDD, PENJATRI, PPM, TUM, NAVRAD, TP RAG, KESLAP, SURVIVAL, Mengesan jejak, dll..

Dan apesnya tanggal 28 januari adalah ulang tahun saya alhasil ya seharian basah terus, tiap ada pelatih yang masuk pasti langsung disuruh basah. Terus malamnya disuruh nyanyi, disuruh muter-muter nunjukin arah angin. Tak hanya itu, penderitaan belum selesai, ternyata masih ada kado yang lebih special dari pelatih yaitu “jari telunjuk ku dijilatin sama 22 teman-teman dan terakhir saya sendiri harus ngemut jari itu selama lima menit” kebayang nggak gimana rasanya ?.. sungguh tidak terlupakan.

Abis itu yang perlu kalian tau ya ? disana itu kita-kita punya suami yang harus selalu kita bawa kemanapun kita pergi. Tau nggak siapa suami kita ? suami kitaaaaa yang selalu dibawa satpam kalau lagi tugas itu looo.. yaa ituuu tongkat yang ringan banget (kalo dibawa rame-rame). Pernah nih tongkatku hilang alhasil ya digantiin sama batang pisang yang Alhamdulillah ternyata lebih ringan dari pada tongkatku yang hilang. Dan sebagai ucapan terimakasih kalian tau apa ?..”nyiumin batang pisang” kurang kerjaan banget nggak sih ?…

Selama kegiatan kami diberikan yel-yel dan lagu-lagu yang bikin semangat tentunya. Permainan-permainan yang seru. Dan kalian tau PARAHnya selama kegiatan yang bikin kita mandi keringat itu, baju kami nggak pernah ganti. Soal bau nggak usah ditanya deh…

Kegiatan kami lima hari berikutnya dilaksanakan diDramaga, di tepi danau, dideket hutan. Tau nggak ?..nggak tau ya udah, cari tau sendiri aja ya ?… Sampai aja diDramaga wajah kami itu udah nggak jelas banget, kenapa ?.. karena diperjalanan kami udah mandi lumpur. Terus kami dikasi jus sirsak..enak ya ? enak banget emang, tapi lebih enak kalau kalian nggak nyobain. Karena jus sirsak disini tuh kumur-kumur pake air sisa kumuran teman-teman (oeeekk..)

Selama diDramaga kami punya rutinitas baru, mau tau apa ?.. apa lagi kalau bukan berendam didanau.

Disini kami tidur ditenda, satu tenda bertiga. Disini lebih parah dari pada diYonif karena kamar mandi nya cuma ada satu terus udaranya dingin banget mana banyak nyamuk. Habis itu kalian tau helicopter itu disini udah kaya nyamuk.. lewat setiap saat, dan setiap saat itu pula kami harus tiarap karna “Bahaya udaraaaaaaaa” kata itu lah yang selalu diteriakan oleh pelatih-pelatih kami tiap heli lewat.

Selama disini kami belajar tekhnik pemeriksaan mayat, bikin tenda, survival, terus berenang, seru abis deh. Daaann kegiatan caraka malam, kegiatan ini tu menegangkan, asyik, plus seru..karena kita disuruh membawa berita dan bagaimana caranya berita itu harus sampai kepada orang yang dimaksud dengan melewati hutan, malam-malam, dan diperjalanan kita ditakut-takutin sama pelatih-pelatih kita, dikasi makan cabe, kunyit, pegang belut, kodok, abis tu disuruh merayap dan banyak lagi deh. Tapi sayang nya saya sendiri harus mati di pos 2 karena dibohongi. Hehehe….. kita juga sempat ikut kegiatan menanam seribu pohon diciomas.

Yaaaa itu lah cerita saya selama mengikuti menwa diYonif, pengalaman yang unik yang tak terlupakan dengan pelatih-pelatihnya yang the best walaupun sering ngerjain kita.

Buat yang baca bagi yang belum ikut biar nggak penasaran ikut aja, seru looo.. tapi siap-siap aja fisik nya… bukan nya nakut-nakutin lo ?.. dan bagi yang udah ngikutin menwa kaya kita “selamat anda adalah orang yang hebat dan beruntung” dan terus semangat mengikuti kegiatan ini karena kita adalah pemuda penerus bangsa yang bakal membela Negara ini dan untuk itu kita mesti memiliki fisik dan mental yang kuat.

Pendidikan Dasar Menwa

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB by AKROM EFFENDI

Nama                : susandra

Alamat              : gg asbek, cilibende

Asal                  : selatpanjang, riau

Pendidikan Dasar Menwa

            Ceritaku ini berawal dari kami program keahlian produksi dan pengembangan pertanian terpadu (PK PPP) Yang dikepalai oleh salah seorang yang sangat berpengaruh di ipb beliau adalah KPK kami yaitu Prof. Dr. Ir. H.M.H. Bintoro, M.Agr. beliau adalah orang yang sangat disiplin dan pernah mengikuti menwa. Beliau juga sangat membanggakan menwa, sehingga Kami PK PPP diwajibkan oleh beliau untuk mengikuti pendidikan menwa.

Awalnya kami mengikut pendidikan dengan jumlah 45 orang akan tetepi hanya 23 orang yang mengikuti karena terjadi miss communication , dan selebihnya menyusul. Pendidikan dimulai tanggal 225 januari, awalnya kami diminta hadir pada pukul 14.00 kami semua coba hadir tepat waktu namun kami hanya menunggu tanpa kepastian diliputi kedongkolan, dan kamipun diperintahkan menginap di markas kompti. Pada malamnya kami yang sedang terlelap dibangunkan. Dan arus kumpul dengan pakaian lengkap dengan sepatu dan ujian malam itu pun dimulai.

Kami mulai di kumpulkan dan dipanggil beregu dan setelah lama menunggu tiba giliran saya dan teman-teman saya dipanggil dan ditanya seputar pancasila. Namun akhirnya kami diminta untuk menampar sesama kami para anggoto, jujur saja saya sudah terbisa dengan tamparan-tamparan yang saya terima, dimulai dari pacar, bahkan orang tua, jadi tidak kaget, akan tetapi baru pertama kalinya menampar teman dan itu sakit sekali ketika harus menampar teman baik, tapi jujur ada rasa yang luar bisa menyenangkan didalam ketidaktegaan menampar teman, ada sensasi ang luar biasa.

Keesokan harinya kami melakukan long march menuju tempat pendidikan yang kami hormati sampai saat ini yaitu BATALIYON INFANTERI 315/GARUDA. Kami melakukan penghormatan beberapa kali dan gagal dan pada akhirnya kami berhasil masuk walaupun dibentak-bentak oleh para pelatih yang berwajah  garang seakan  ingin menelan kami hidup-hidup. Banyak dari teman saya yang shock pada saat itu termasuk juga saya. Hari-hari yang berat pun dimulai yaitu fisik yang melelahkan dan menerima materi dengan sangat mengantuk dan tersiksa sekali.

Yang paling menyiksa yaitu saat makan dimana harus makan dengan waktu yang cepat jika dipikir dengan logika itu sangat tidak masuk akal sama sekali. Dimana kami pertama kalinya memekan muntah teman sendiri. Dalam pendidikan saya idak mau mati akal sendirian seperti orang gila sehingga mencari beberapa solusi untuk saya bertahan dalam pendidikan ini.

Jujur saja pelatih kami memeng galak bukan kepalang saat pemberian materi, akan tetapi saat bercanda saya merasakan suasana kekeluargaan, beda sekali dengan saat pemberian materi. Jujur saja saya tidak mempunya seorang kakak karena saya anak tertua, saya iri denganteman yang mempunyai kakak, setelah mengikuti pendidikan saya merasa memiliki seorang kakak dan itu pertama kalinya. Meskipun hanya persaan sepihak saja.

Saya menjalani pelatihan dengan member sugesti pada diri saya sendiri, bahwa saya harus menghabiskan energy  ketika fisik dan harus membuat perut saya selapar mungkin agar tidak kerepotan pada saat makan yang menyiksa itu, yang ada dipikiran saya adalah  saya melekukan kegiatan pagi untuk makan siang dan seterusnya. Dan hal itu berlanjut terus dengan aman, sehngga saya termasuk siswa yang aman tanpa hukuman dari pelatih dan pelatihpun kurang mengenal saya. Sehingga saya tidak mencolok seperti teman yang lain karena akan mudah diincar dan ditindak oleh pelatih.

Hari-hari berlalu dan banyak hal yang kami lalui, mulai dari makan buah dengan kulit-kulitnya sekali, bahkan merasakan jus sirsak yang nikmat sampai mau muntah apa lagi saya adalah urutan yang terakhir yang minikmati jus sirsak tersebut. Itu adalah sebagian kecil cerita yang berkesan menurut saya, sekian dan trimakasih.

PENGALAMAN MENGIKUTI MENWA

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB by AKROM EFFENDI

Nama : khairil anwar

 

 

PENGALAMAN MENGIKUTI MENWA

Setelah selesai menggikuti latihan Militer di Pusdikzi TNI di lawagintung saya sudah siap untuk liburan.rupaya liburan saya tersebut  terhambat dikarnakan harus mengikuti latihan MENWA pada saat itu saya sangat kecewa berat. Karena tidak dapat liburan, sebagian temen-teman saya sudah duluan liburan ke kampunghalaman.kemudian saya di sms teman saya untuk berkumpul untuk mendengar persyaratan-persyaratan yang harus di siapkan untuk mengikuti MENWA dari persyaratan-persyaratan yang di berikan oleh Danki dan Danyon MENWA ada satu yang tidak saya sukai yaitu harus mencukur rambut hingga botak.pada saat rambut saya botak saya kurang PD dengan penampilan saya

Pada tanggal 25 januari 2013 kami disuruh kumpul di markas MENWA Diploma ipb pada saat itu kami disuruh menunggu Danki dan Danyon dari jam 2 siang sampai dengan 10 malam.pada malam hari nya kami disuruh tidur di lapangan futsal dekat dengan markas dan di beri pelengkapan-perlengkapan sebagai mana TNI. Pada jam 5 subuh kami di suruh bangun oleh senior kami untuk beres-beres perlengkapan kami dan sekaligus di beri sarapan pagi untuk bekal kami menuju ke Bataliyon infanteri 315 garuda perjalanan dari markas ke Bataliyon tersebut sangat jauh.saya dan teman-teman disuruh senior menuju ke bataliyon dengan berjalan kaki itu sangat melelahkan sekali.sesampainya dibataliyon kami di sambut oleh prajurit-prajurit TNI dengan muka yang sagat seram dan mengerikan  itu membuat jantung saya berdebar-debar baru sampai kami disuruh jalan jongkok menuju kelapangan untuk mengikuti upacara pembukaan calon MENWA.

setelah mengikuti upacara tersebut teman-teman saya banyak yang pinsan, kami di bawa ke tempat penginapan untuk beristirahat waktu yang di berikan oleh pelatih sangat cepat karena  di sana di ajarkan untuk tidak mebuang-buang waktu sedikitpun.kami disana harus melakukan kegiatan apapun dengan cepat setiap pagi kami di suruh platih untuk senam pagi supaya fisik kami kuat.di Bataliyon kami juga di ajarkan jiwa kepemimpinan dan jiwa keprajuritan sebagai mana perajurit-prajurit TNI.kami juga harus menanamkan di jiwakami yaitu jiwa korsa atau kesetiaan kawan disana juga diajarkan latihan PBB dan tarian-tarian komando.5 hari saya dan teman-teman di batalion akhirnyakami di suruh long march ke gunung batu di situgede kami di sana disuruh membuat perkemahan untuk kami bermalam.di sanalah kegiatan yang sangat saya sukai karena disana kami diuji mental dan yali kami.di sana juga pelatih-platih mengbuat kami menderita tetapi penderiatan yang kami hadapi itu sangat bermanfaat sekali dalam diriku dan teman-teman ku.

Pengalaman yang saya dapatkan di batalion dan juga di situgede pengalaman yang tidak pernah saya lupakan karena disitu dari pengalaman yang menjijikan sampai yang menyenangkan yang pernah saya alami walaupun hanya 9 hari kami dibina dan di tempa oleh yonif 315 garuda saya sangat beterima kasih ke pada pelatih-platih karena merekalah relah liburan cuti mereka diganti untuk membina dan mendidik kami.

Kesan- Kesan di Resimen Mahasiswa

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB by AKROM EFFENDI

Nama : Nurazila atika

 

Ttl       : Selat panjang, 24 Maret 1994

 

Pk      : PPP (Produksi & pengembangan pertanian terpadu)

 

Nim     : J3W412023

 

Alamat : JL.Lodaya II ujung, Cilibende.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Awal aku menapaki sebuah organisasi resimen mahasiswa berawal dari latihan dasar bela negara dikampus selama satu semester yang dilaksanakan pada setiap hari sabtu kemudian dilanjutkan di  pusdikzi ( pusat pendidikan zeni ) TNI – AD selama tiga hari.

Setelah usai pendidikan di pusdikzi kita dikabari bahwa ada pendidikan lanjutan selama sembilan hari di gunung batu,,,,

G terbayang donk sembilan hari hanya bawa perlengkapan yang terbatas apa lagi kita nhe cewek yang harus bawa ini bawa itu…namun tidak juga ku indahkan peraturan itu semua tetap juga ku bawa perlengkapan yang seharusnya di bawa menurut ku.

Ternyata malam sebelum keberangkatan itu perlengkapan kita semua di periksa dan ternyata banyak barang-barang ku yang disita oleh senior ku.

Sejak malam itu perasaan dongkol mulai muncul menyelimuti ku  karena malam itu kita semua sudah

Mulai di atur oleh senior dan malam itu kita tidur ditempatkan pada sebuah hotel yang sama sekali belum pernah kurasakan dengan suasana ruangan yang begitu gelap serta kotor dan aromanya yang khas perpaduan kotoran sapi disampingnya akhirnya dapat juga mata ini merem meskipun hanya sebentar….

Pagi-pagi sekali kita sudah dibangunkan oleh senior untuk persiapan menuju gunung batu…..dengan pakaian yang sudah dipersiapkan untuk kita semua ada yang kebesaran ada juga yang kekecilan maklom ajha baju pinjem teruz bekas lagi tak terbayang kan apalagi bajunya g pernah di cuci Ooopssss……baunya minta ampun dech.

Kemudian setelah sarapan kita menuju gunung batu dengan longmars

Capeknya minta ampun karena didalam perjalanan kita disuruh lari-lari, biasa jalan umum kita kan anggotanya dua puluh tiga jadi kalo ele – elean bisa macet to jalan ya g ??

Akhirnya sampai juga to digunung batu ternyata setelah sampai disana  enggak pernah terpikir aku dan teman-teman ku bakal ditempatkan di sarang tentara yaitu BATALYON INFANTERI ,315 GARUDA.

Baru nympe aja tentaranya udah pada nunggu di gerbang rame-rame dengan muka yang sangar sambil memegang kayu di tangan masing-masing membuat darah ini berdetak kencang kemudian kita disuruh jalan jongkok dari pintu gerbangnya sambil nyanyi padahal kita udah capek banget jalan kaki dalam hati ku berkata Ya Allah sebenarnya kita salah apa sampai diginiin bukannya disambut dengan hangat akan tetapi perlakuan yang tak sepantasnya kita dapatkan.

Hemmmmp,,,,,air mata ini mulai menetes satu persatu membasahi pipi tapi yang lebih tepatnya membasahi seluruh tubuh karena air mata + keringat jadi satu.Kemudian di lanjutkan dengan acara pembukaan disaat acara berlangsung kaki ini gemeteran seakan-akan tidak bisa menopang tubuh ini karena aku udah merasa lelah banget….

kemudian pandangan ku sudah buyar gelap yang kurasakan ternyata aku pingsan dan dibawa keruang kesehatan, setelah beberapa menit kemdian aku sadar ku lihat temen ku ada disamping ku aku enggak bisa ngomong apa-apa hanya tangisan yang keluar .

Kebiasaan yang buruk  yang sering aku lakukan dirumah akhirnya membuat aku sulit menjalani kehidupan ku di yonif, waktu kita diperas hingga satu detik pun tidak tersisa.

Kini ku sadari betapa berharganya waktu, dan ketika pada saat makan biasanya itu adalah moment yang sangat menyenangkan dirumah tetapi ketika di yonif berubah menjadi suasana yang menyeramkan serta menakutkan karena seumur-umur aku belom pernah menghabiskan nasi satu bungkus dan juga belom pernah makan muntahan temen , remesan temen, makan buah-buahan dengan kulitnya sekali, dan parahnya makan kita itu di hitung kalo dalam hitungan itu nasi kita belom juga habis banyak teori yang mereka ajarkan kepada kita agar semuanya habis termasuk olahraga pada saat makan yaitu di push-up .

Disana kita udah engga memikirkan kebersihan lagi karena pada saat makan tangan kita semua di kutek dengan tanah kemudian langsung aja makan tanpa dicuci sama sekali terlintas juga difikiran apakah steril yang seperti ini tapi ya sudah lah rasanya sama saja Hahahahahaha……

Banyak hal yang ku dapatkan disana dari yang kecil nyampe yang besar, di yonif kita dilatih dan di didik  fisik serta mental kita sehingga kita tau apa itu kebersamaan

( solidaritas ), kekompakan, kesetiaan sesama temen, percaya diri, keberanian,  jiwa korsa,  kepemimpinan, serta semangat bela negara yang tinggi.

Sebelumnya aku beranggapan itu adalah sebuah penyiksaan tetapi akhirnya aku sadar bahwa mereka lakukan seperti itu pasti ada maksud dan tujuan tertentu.

Contoh kecilnya supaya kita bisa berfikir dibawah tekanan mampu enggak kita menghadapi situasi dan kondisi seperti itu, otomatis kita jadi sudah terbiasa dan berani tentunya apabila nanti kita  berada dilapangan pekerjaan udah terbiasa dengan hal yang seperti itu.

Moment ini tidak akan pernah aku lupakan sampai kapan pun karena ini adalah pengalaman aku yang menyedihkan juga menyenangkan seumur hidup ku , terlalu cepat waktu berlalu kapan lagi aku merasakan hal yang seperti ini lagi…..

Aku sudah merasa nyaman berada di samping pelatih-pelatih ku.

Suka duka, canda tawa telah kita rasakan bersama terasa berat hati ini meninggalkan kalian aku hanya bisa berdo’a semoga Allah membalas kebaikan kalian.

Aku merasa bangga dan terhormat bisa kenal dan di didik oleh pelaatih semua.

Aku kangen sama kalian, aku kangen masa-masa yang telah kita lewati bersama,

Aku kangen di panggil bhadonk…….

Aku enggak pernah marah atau dongkol karena setelah di jalanin pndidikan disana aku merasa asyik dan enjoy.

Aku ikhlas menjalani itu semua meskipun keikhlasan itu enggak bisa di ungkapkan dengan kata-kata tapi aku merasa punya keakraban tersendiri sama orang-orang yang berkecimbung selama sembilan hari itu, karena mereka telah membiasakan aku dengan hal-hal yang tidak biasa aku lakukan seperti, berenang, megang kodok, megang ular, makan belut saat survival dan masih banyak lagi kejadian yang aneh menurut ku yanng membuat aku lebih berani dari sebelumnya.

Dan sekarang meskipun aku jurusannya pertanian yang biasanya pegang cangkul aja tetapi juga udah bisa pegang senapan meskipun hanya sebentar hehehehehehe …..

kini aku tau apa maksud dari pasal yang telah diberikan oleh pelatih-pelatih ku

Pasal satu pelatih tidak pernah salah.

Pasal dua apabila salah kembali kepasal satu.

You are amazing….I love you so much.

Thanks for your kinds…..n I always miss you.

Buat temen-temen terus semangat dalam resimen mahasiswa cari pengalaman sebanyak-banyaknya.

Learn today,lead tomorrow..Keep your smile,,,,

 

 

 

 

 

Diksar ku

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB by AKROM EFFENDI

Nama:Muhammad prayoga

Alamat: gang asbek cilibende

Alamat asal : kabupaten kepulauan meranti,Riau

 

PENDIDIKAN DASAR RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN

            Pendidikan dasar resimen mahasiswa mahawarman adalah pendidikan yang harus dan wajib dijalani dan ditempuh untuk bisa masuk dan menjadi anggota resimen mahasiswa mahawarman.pendidikan yang berupa pendidikan kesemaptaan,kedisiplinan,kebersamaan dan sebagainya yang berbau militer.pada kali ini pendidikan dilaksanakan di bataliyon infantrI 315/garuda yang bertempat didaerah gunung batu,berlangsung mulai dari tanggal 26 januari-2 febuari,namun sebelumnya dan sesudahnya saya akan bercerita pengalaman saya  diksar di BATALIYON INFANTRI 315/GARUDA.

Ini ceritaku………………

25 Januari sehari sebelum keberangkatan ke yonif 315/garuda,tepat pukul 13.50 ku mulai bergerak dari kosan menuju markas bataliyon resimen mahasiswa dengan membawa tas yang berisi semua perlengkapan,dengan berat yang dibawa aku melangkahkan kaki,tepat pukul 13.58 tapak kakiku menjejaki pelataran markoyon,sepengetahuan ku jam 14.00 sudah berangkat ke yonif 315/garuda,namun kata para senior sebentar lagi,kita nunggu komandan,terus kita tunggu,kita tunggu sampai magrib terbit,namun hal yang kita tunggu urung dating,karna mulai jenuh kita bertanya kembali,dan jawabannya pun tetap sama,menunggu dan menunggu,namun sampai waktu isya pun hal yang sama kita lakukan namun tetap sama jawabannya,dalam hati kuberbisik(katanya menwa orang-orangnya disiplin,tepat waktu,tapi ini kok beda,janji pertemuannyadan berangkatnya jam 14.00,tapi kok sampai sekarang masih belum jelas,aaahhh gak beres ni orang ).sampai akhirnya kami semua tertidur,namun tiba-tiba sekitar pukul 23.00 kita dikejutkan untuk bangun dan disuruh berbaris,ada arahan kalau kita akan diwawancarai tentang kesiapan kita mengikjuti diksar,namun apa yang terjadi,bukan wawancara biasa yang kita dapat namun wawancara luarbiasa karna ada bumbu penyedapnya yaitu kita ditanya dengan cara dibentak-bentak sampai ditampar-tampar oleh senior dan ditidurkan ditengah malam yang dingin dan ditengah lapangan hampa.

Pagi 26 januari kita dibangunkan subuh-subuh rabun untuk binsik ya senam-senam erobik gitu tapi lebih keras dari erobik biasanya,maklum kita semua belum ngerti  ini semua jadi terselip kedongkolan dihati.matahari mulai menyingsingkan sinarnya,tiba waktu kita makan pagi.setelah makan pagi usai kita mulai siap-siap menuju yonifd 315/garuda dengan menggunakan kendaraan MOTOR GL-PRO(MOTORIK GERAKAN LUTUT-PROFESIONAL)/long march.

Selama kurang lebih 8 hari kita bersama yonif 315 garudadan akrabnya kami mrnyebutnya para pelatih,karna kami disana dididik oleh para perajurit yang berprestasi ada suka dan duka,mulai dari hari pertama sampai hari terakhir dengan para pelatih semua hari-hari kami disana mengesankan,semua hal yang kami lalui sangat tidak mudah tuk dilupakan dan jika diceritakan semua pasti akan memakan waktu yangb panjang karna tidak ada habisnya,maka dari itu aku akan bercerita hal-hal yang paling mrngesankan,yamh pertama saat kami semua disuruh masuk got,terus temen ada yang dapet ikan dan kami semua harus menciumi ikan tersebut,terus pas waktu makan siang pertama kita ada yang nangis bahkan muntah,dan gilanya lagi kita semua harus makan muntahan teman kita.terus malamnya saat kita enak-enak tidur,karana kesalahan kita karna yang jaga serambi lupa drngan sandi atau kode,akhirnya alaram steling pun berbunyi,kami semua yang sedang tertidur dengan pulas berhamburan keluar,namun lucunya ada yang keluar dengan pakaian lengkap ada juga yang hanya memakai sarung ,sepatyun sebelah dan banyak lagi.siang harinya saat kita melakukan senam senjata karna saya pada waktu itu sedang sakit dan tidak kuat,tpi malah saya yang kena batunya,saya dijungkir-jungkirkan,diguling-gulingkan,disuruh muter-muter sampai akhirnya muntah-muntah.hari selanjutnya masuk materi montenering,materi inilah yang paling seru.setelah beberapa hari kami tinggal dibarak tiba saatnya kita buat materi berganda disitu gede,sesampainya disitu gede kita disuguhkan jus sirsak,namun bukan jus yang sebenarnya yang kmi dapat namun air yang kita kumur-kumur secara bergantian,dari yang warna airnya jernih sampai butek.haridemi hari kita berganda,karna dekat dengan situ atau waduk,jadi disana kami tiada hari tanpa basah,kering dibasahin,pokoknya setiap hari harus basah,apalagi pada saat kita melaksanakan shalat jum’at,karna kelelahan gdan letih kami semua tertidur saat khotbah,karna ketahuan pelatih akhirnya selesai shalat jumat kita berendam di air. Malam hari pas kegiatan craka malam  itu saat-saat yang menghebohkan karana ada yang sampai lari ,menjerit dan nangis minta pulang namun semua itu bisa kami lewati semua dengan cara saling memotivasi,pada saat materi survival dalah materi yang paling memanjakan kami semua,bukannya bertahan hidup namun jadi hidup kita yang ditahanin,karna makanannya sudah disebgar dihutan tinggal kami mencarinya,dan sorenya malah dikasi nasi bungkus apa tidak memenjakan itu,yang awalnya survivel jadi surenak tenan.tibalah kita di hari terakhir sebelum meninggalkan situ gede dihari itu ada kegiatan di air menggunakan perahu karet,kita diajarkan mendayung,dan berenang,sungguh kegiatan yang seru.keesokan harinya kami semua akan meninggalkan situ gede karna kegiatan ini semua akan segera berakhir sebelum kegiatan ini berakhir akan dilakukan upacara penutupan yang akan dilakdanakan di kampus kami di wah kali juga harus ditempuh menggunakan kaki sungguh melelahkan,namun kami akhirnya sampai juga,sesampainya dikampus kami harus me ginap 1 malam lagi dimarkoyon sebelum esok harinya dilakukan upacara penutupan.upacara penutupan adalah hari yang sangat mengesankan karna saat-saat kita akan berpisah dengan para pelatih-pelatih kita semua,setelah sekian hari kita bersama,rasanya sudah seperti keluarga,namun harus berpisah eh mulai lebay ni,ya begitulah ada yang nangis2lah tapi dalam hatiku Alhamdulillah sudah berakhir musibah ini,mudah-mudahan gak ketemu lagi dengan musibah ini,hehehehe…. Disitulah detik-detik  terakhir diksar……….

The end……….

25 januari-03 febuari 2013

sbogor

Pengalaman Latihan Menwa

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB,Uncategorized by AKROM EFFENDI

Nama : Fenti Fatmawati

 

PK        : PPP / 49

 

TTL      : Selatpanjang , 01 / 11 / 1993

 

Hobby : Membaca novel dan travelling

 

Email :

 

Alamat : Jl.lodaya II ujung,Rt 02 Rw 05 chilibende,Kel.Babakan Bogor Tengah.

 

Assalamu’alaikumm………

 

Selamat pagi menjelang siang,,

 

Hai saya penty…saya akan mencerita sedikit pengalaman saya sewaktu saya latihan militer dan kepemimpinan tanggal 25 desember 2013.

 

Waktu itu tanggal 25 desember 2013,aku dan teman teman telah ngumpul di makoyon,awal nya sich bête nunggu lama di makoyon gak tau apa yang harus di buat ,,kami hanya ngobrol doang sama teman2,gak tau juga tema nya apa.waktu menunjukan pukul 19.00 wib,kami di kumpul kan terus di beri arahan ,yang membuat saya sedikit terkejut adalah pelatih itu bilang kalian di seleksi dulu sebelum berangkat,,apakah sudah benar2 siap apa belum.wah….benar benar mau ikut audisi ajha..dan pada malam itu aku juga dongkol masa kami semua di biar saja nungguin di depan kelas ,dengan udara yang dingin,wah benar2 tersiksa ,pengalaman yang pertama kali yang menyedihkan,,tapi ternyata aku dan teman 2 juga bisa lalui itu,kami hanya berfikir positif ajha ,mungkin nanti pendidikan di makoyon hanya sebagian pendidikan di gunung batu. Pagi pagi kami sudah di bangun kan oleh pelatih2 yang ganteng,terus kami sholat selepas itu kami sarapan pagi,aneh nya waktu makan di batasi,,wah gak enak ….

 

 

 

Satu hari di makoyon aku lupakan ,aku berangkat jalan kaki menuju gunung batu dengan semangat ,lelah ,,capek terasa sich,,karena aku juga gak biasa jalan jauh,hehe…ternyata setelah sampai di YONIF 315 GARUDA,kami di sambut oleh tentara dengan wajah seram ,kejam dengan tatapan mata yang menakutkan ,seperti kami yang datang ini tahanan nya,musuh nya,kami dianggap key binatang ajha ,wah  hati sedih bangett  pengen nangis,tapi aku masih kuat menahan nya,,aku juga tak mau di lihat orang apalagi itu TNI-AD bahwa aku cewek yang cengeng.kami di minta jalan jongkok,lari merayap..wah pokok nya waktu itu terlalu lama bagi ku,waktu istirahat pun juga sedikit ,aku dongkol ,seperti nya mereka itu gak tau kalau kami semua pda capek.di hari pertama kami di beri ilmu pengetahuan dan fisik kami juga didik di bina.satu hal yang membuat saya jengkel,takut ,marah  pada saat makan ,baik itu sarapan pagi,makan siang,maupun makan malam..kami diminta oleh pelatih dalam waktu 2 menit telah selesai,tapi kami khusus nya cewek yaitu saya sendirii sulit untuk makan secepat itu ,akhir nya makanan kami yang tersisa tersebut di kumpul kan menjadi satu lau di remas2 terus di makan bersama2,muntah ,geli ,perasaan sedih bersatu saperti makanan itu,,dalam pendidikan itu,saya merasa trauma kalau waktu makan telah tiba.

 

Hari berikut nya saya mulai terbiasa denngan kondisi seperti itu,aku mulai menjadi sedikit disiplin waktu,mulai belajar untuk bersama berbagi rasa,sedih senang kami lalui bersama ,kami seperti keluarga saja.saling kasi semangat bagi teman teman yang lemah,dan di hari itu jugakami semua sudah sedikit kompak,ketawa bersama , bernyanyi bersama.

 

Pada hari ke lima kalau tak salah kami satu plotond berangkat menuju hutan , disini saya gembira suka cita bernyanyi bersama sehingga lelah dan capek tak terasa.hmz..yang paling mengesan kan bagi saya saat ini adalah penyamaran menggunakan lumpur ,hehe,,kotor habis baju ku, pokok nya seru dech…! Kami melakukan perjalanan ± 15 km.

 

 

 

Selama 4 hari di hutan ternyata lebih menyengangkan daripada di YONIF 315/ GARUDA,di hutan kita bisa melihat binatang seperti ular,ulat dll,kita bisa berenang di kolam ,terus bisa menguji keberanian,mental dengan berbagai rintangan yang telah di rancang sedemikian rupa oleh pelatih,tapi hasil nya asyik,tapi aku pribadi gagal , aku malah di mandi kan teruz di biarkan dengan pakaian yang basah karena aku tak bisa menyampaikan berita dengan benar,aku tertipu hehe….

 

Hari terakhir aku di hutan merasa kan bahwa pelatih yang dulu nya aku bilang jahat ternyata tak seperti yang aku pikirkan ,malah mereka telah baik dengan kami,mereka semua ternyata sayang sama kami semua,mereka seperti bapak ku sendiri terutama pelatih Albar Kene,dia telah perhatian banget sama aku,telah memberi aku bantal yang cantik , selain itu dia juga sering datang memberi snack ke bivak kami semua.aku hanya bisa senyum dan sambil bilang terima kasih bapak ku,,,. Kami pulang dari hutan menuju ke kampus DIPLOMA IPB sambil jalan kaki,wahh capek lagi nie,,tapi aku tetap semangat kok  lagi pula di tengah jalan kami semua di halangi hujan,tapi bagi ku hujan dan panas adalah sahabat kami,hehe…aku sedih juga setelah sampai di diploma IPB karena pelatih yang kami cintai itu pulang ,seakan akan kami itu key saudara ..pengen nangis sich,tapi malu.hehe..

 

Hari sabtu itu yang mengesan kan bagi aku,aku bangga punya provos yang baik yang bisa mengerti kami,yang membangkitkan semangat untuk kami semua , yang tadi nya bête setelah di latih oleh pelatih yang galak minta ampun.

 

Hari ini adalah hari penutupan pelatihan menwa bagi kami,suka cita gembira pun ada ,hari ini pelatih yang kami cintai memberi kesan dan pesan beserta no hp nya terus memberi nasehat kepada kami semua.kami jadi senang dan sedih juga ada.setelah selesai upacara dan penutupan tersebut pelatih tersebut member kami sebuah lagu perpisahan aku pribadi gak bisa menahan kesedihan ini,aku pun menangis , aku merasa mereka semua adalah keluarga kami susah senang telah kami lalui bersama. Tapi waktu telah pisah kan kami semua , seperti pepatah “ setiap pertemuan pasti ada perpisahan”.

 

Kesan dan pesan saya: dengan ada nya pelatihan menwa ini saya merasa jiwa korsha kami terbentuk , susah senang bersama, saling berbagi.displin waktu mulai tertanam ,rasa kekeluargaan semakin dekatz, dan mulai kompak saja dan kami semua bisa membuat yang terbaik buat teman2 yang lain serta kedepan nya bisa  menjadi pelatih yang baguz.

KU TERSENYUM DALAM TANGISAN

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB,Uncategorized by AKROM EFFENDI

Resimen mahasiswa (menwa) adalah kegiatan yang menantang nyali, pelakunya adalah mahasiswa sebagai objek, pelatih / TNI sebagai subjek, disiplin sebagai prediket dan perpisahan sebagai keterangan dari akhir cerita.

Awal aku masuk menwa adalah mengikuti pendidikan dasar (diksar) menwa. Yang dilatih ±20 TNI di YONIF 315 GARUDA. Nama ku Nora aku orang yang serba lelet, aku benar-benar kaku dengan pendidikan ini, aku dipaksa untuk berkerja dan bergerak secepat mungkin. Siapalagi yang paling telat kalau bukan aku. Jadi, akulah yang sering mendapat hukuman dari pelatih. Pada siang pertama di YONIF 315 GARUDA aku kehilangan topi, entah bagaimana kejadiannya aku gak tau sama sekalai, yang jelas setelah peringatan kumpul baru ku sadari bahwa topi ku tidak ada. Keliling ruangan kucari dengan berbagai cara.” Topi ku hilang membawa malang”, kurasa itulah yang tepat buat aku renungi siang itu. “topi sendiri aja hilang, belum disuruh apa-apa” suara seorang pelatih menyelip diantara suara bentakan pelatih yang tergalak disitu. Aku di perintahkan untuk menggunakan topi kotak makanan, “iidiih”! orang nertawain aku. Aku malau dan pasrah karena kepasrahanlah membuat aku mampu. “mulai sekarang nama kamu martabak, menwa martabak siap” jelas pelatih dengan memberikan peritah agar aku mengulangi kata-kata yang sama. Dengan wajah siap aku berteriak sekencang-kencangnya “menwa martabak siap!”, sulit membayangkan suasana hati waktu itu, aku sedikit pun gak marah tapi lucu banget looo!

Setelah dua hari aku menggunakan topi kotak makanan, kotak itupun beransur lusuh dan sobek. Untuk menggantikan topi itu pelatih menggantikan kardus besar pula untuk ku. Kepalaku di tertutup oleh kardus, aku menahan tawa didalam kardus sampai-sampai pelatih bingung, mereka mengira aku marah dan menangis karena sebel rupanya aku tertawa habis-habisan, entah kenapa aku benar-benar lucu waktu itu. Akhirnya, datanglah seorang pelatih yang membawa helem lama yang sudah dibuang, helem itu berat sekali, dia langsung mengenakan dikepalaku sambil berkata “mulai sekarang nama mu ciko, ngerti?”, “siap ngerti” jawabku sigap. Mesiki pun mereka udah menjahili aku, aku tetap semangat. Aku benar-benar menyadari bahwa dalam melakukan sesuatu kita harus selalu siap dalam mejaga sesuatu yang kita punya, karena tidak ada orang yang ingin menjaga kita, apalagi aku yang sering dijagain emak ku dikampung, semua kebutuhan ku ia siapin. Sekarng baru aku tau bahwa sulitnya menjaga diri sendiri, menwa membuat aku mengerti. Setelah kegiatan berlangsung selama Sembilan hari berarti menandakan kegiatan menwa akan berakhir, malam terakhir kami di situ gede aku sempat termenung sendiri membayangkan indahnya kebersamaan ini, indahnya pendidikan ini. Setelah tiba hari penutupan tanpa kusadari airmata lewat tanpa permisi, hari itu juga membuktikan kalau aku adalah wanita lemah dan bukan perempuan tomboy seperti anggapan mereka. hanya aku mampu tersenyum dalam tangisan ku. terimakasih menwa….!

By Norawati

AKU BERSAMA MENWA MAHAWARMAN

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB,Uncategorized by AKROM EFFENDI

 

 

Nama         : Nadya Tri Andari

Pk               : PPP

NIM       : J3W412040

Ttl              : Jambi, 9 November 1994

Twitter        : @Nadyarinata

Hp               :083172158194

Hobby           : Reading a novel, Singing, Dancing, and Travelling

Cita-cita       : Bendahara Menteri Pertanian

Motto         : Anda adalah apa yang anda pikirkan, Maju terus Pantang mundur

 

AKU BERSAMA MENWA MAHAWARMAN

Jum’at, 25 Januari 2013

Aku hanya berfikir, bagaimana jika nanti aku mengikuti kegiatan ini hanya untuk menemukan kekuatan dari diriku, semua kekuatan. Atau, bahkan aku berpikir, aku akan menemukan jati diriku, jati diriku yang bukan sebagai  “anak manja”. Ya, aku tidak suka dengan orang lain mengatakan itu pada diriku dan bukan berarti aku membencinya. Itulah yang aku pikir dan aku tekad di jum’at pagi selama aku membereskan perlengkapan persiapan untuk MENWA (resimen mahasiswa).

Dua tas ransel sudah ku kemas rapi, tetapi tekadku juga sudah terlebih dahulu rapi dari pada itu.

Bersama 2 orang temanku lainnya, Liska dan Sofy. Diantara kami bertiga hanya aku yang sudah beres persiapannya. Entah apa yang ku cari. Bahkan sebulan sebelum pelatihan ini di umumkan, sudah ada feeling agar ku tidak pulang di hari libur selama 3 minggu, dimana hari pelatihan ini di laksanakan. Feeling, akan ada hari-hari besar yang ku alami dengan perasaan istimewa. Sangat istimewa malah.

Berjalan bertiga dengan semangatnya dari kontrakanku yang berada di malabar ujung menuju markas resimen mahasiswa Mahawarman IPB di kampus jam 2 siang. Dan tentunya tanpa makan siang, dengan ditambah kewajiban untuk tidak membawa uang banyak. Apa di kata,keberuntungan datang disaat ketidaksadaranku akan keberadaan uang Rp.11.000 di saku celana jeans yang ku kena.

Merapatkan jam makan siang dan malam menjadi satu tidaklah sulit untuk dilakukan. Dan itulah yang kami bertiga lakukan. Mencari warung yang masih buka di sekitar kampus di atas jam 8 malam dengan kondisi “holiday”. Hampir putus asa kami mencarinya. Hanya ada warung kecil dengan mie sebagai menu utamanya yang kami temuakan, aku kurang menyukai itu. Tapi, apa daya. Ku izinkan lambung ini mencicip sedikit kandungan MSG itu.

Setelah makan, kami kembali ke markas Menwa IPB. Teriakan yang sangat mengagetkan dari senior, malam jam 10, membuat aku sangat jengkel kepadanya. Dalam hati ku mengatakan bahwa malam ini adalah malam “penindasan berskala”, penindasan dari senior akan balas dendam meraka atas apa yang telah mereka rasakan sebelum apa yang bakal kami rasakan nantinya di MENWA ini. Menunggu giliran wawancara oleh senior. Dan setelah giliran tiba pun, hanya banyak push up yang ku terima. Aku bingung atas semua pertanyaan dan maunya para seniorku, dan aku juga tidak akan membiarkan kalian terlibat dalam kebingunganku ini. Dalam artian, aku tidak akan memberitahukan pertanyaan itu. Haha.

Kembali menunggu bersama teman-temanku lainnya yang sudah di wawancara dengan tidur beralaskan aspal, atau bisa di sebut dengan jalan, dan berselimutkan dinginnya malam. Dan dinginnya serasa berada di kutub utara. Tapi, keberuntungan di malam itu kembali muncul, di saatku terjaga jam 11:50. Sepuluh menit lamanya aku dan sofy menghangatkan diri memeluk api unggun yang di buat oleh pak satpam kampus yang sedang berjaga pada malam itu, sebelum akhirnya jam 12 malam kami semua siswa siswi 23 orang dikumpulkan kembali oleh para senior.

Baunya tak tertahankan, seperti baju yang tak di cuci selama seminggu, itulah baju PDL hijau yang di bagikan oleh senior kepada kami. Baju yang selama sepuluh hari akan kami kenakan selalu di saat kegiatan wajib dilaksanakan. Pemeriksaan tas juga dilakukan bersamaan saat pembagian baju PDL itu. HP, jam tangan , bedak, delele. Terlalu banyak aturan, kataku dalam hati, hati yang paling dalam. Semua barang itu di kumpulkan menjadi satu. Yang awalnya aku membawa 2 tas ransel berkurang drastis menjadi 1 tas ransel saja. Hebat.

Sabtu, 26 Januari 2013

Bangun dari kedinginan yang memuncak di sebuah ruangan kecil yang semuanya terdiri dari triplek . Dan tidur dengan menggunakan sepatu PDL hitam yg berat, sangatlah tidak nyaman. Padahal tidak ada perperangan di malam itu, buat apa sibuk, entah apa yang seniorku pikirkan. Menuju mesjid, persiapan perrapian dan pembersihan badan. Persiapan makan pagi juga di lakukan. Makan dua banjar berhadapan dengan nasi yang berbungkuskan kertas nasi berada di atas tangan kiri yang di letakkan sejajar di depan dada, di tambah dengan posisi duduk bersila tegap, muka menghadap kedepan. Makan dengan batasan waktu serta desakan dari para senior. Siapa bilang makan seperti itu sangat mudah, Hah?. Itu adalah posisi makan yang sangat tidak sopan bagi seorang wanita yang hidupnya penuh dengan keanggunan di banding seorang laki-laki. Kalian pasti dan harus tau itu. Lagipula, bagaimana cara agar kalian tidak merasakan apa yang kalian makan?. Percuma saja kau menahan napas, rasa makanan itu akan tetap terasa. Sekali lagi, entah apa yang kakak seniorku pikirkan. Tapi, apa boleh di buat. Hanya untuk kegiatan selama 10 hari ini saja kawan.

Tanpa ada pemanasan sedikitpun, langsung berlari lari kecil berjalan ke antah berantah suatu tempat. Tidak ada pemberitahuan tentang dimana kami akan di tempatkan, di latih dan di bina. Berada yang paling terdepan barisan adalah hal yang sangat tidak melelahkan bagiku. Pandang saja semua kehidupan di sekitarmu itu kawan. Berjalan sambil berlari-lari kecil selama 4 km pun tak akan terasa telah kau lewati. Dan itulah yang kami rasakan.

YONIF 315/GRD. Adalah tempat dimana kami akan di aniaya. Siapa yang tidak terkejut dengan kami datang dan berada di depan pintu gerbang di sambut dengan teriakan dan bentak-bentakan, bahkan otot kaki dan aliran darahku pun sangat terkejut, melebihi terkejutnya hatiku. Tanpa istirahat, tanpa pelemasan kaki, dari kami dengan keadaan habis berlari-lari kecil, langsung di suruh berjalan jongkok. Ya, walaupun jarak untuk jalan jongkoknya hanya 10 meter kira-kira. Tak berani ku dongakkan mata ini untuk melihat ekspresi dan wajah-wajah para pelatih TNI itu, bahkan untuk melihat hidungnya saja aku lumayan keberatan.

Di tengah pelaksanaan upacara pembukaan pelatihan, tak sanggup ku hilangkan kunang-kunang yang terus mengerubungiku. Dan salah satu cara agar kunang-kunang itu pergi adalah, pergi meninggalkan upacara, langsung pergi ke posko kesehatan, di beri air minum, duduk manis istirahat, dan pemeriksaan tensi. Dan sukurlah, tensiku normal. Hanya itu yang harus ku lakukan sebelum akhirnya aku kembali mengikuti kegiatan. Pembersihan kamar peristirahatan. Setelah itu shalat. Di saat semua di izinkan untuk ke toilet, maka saat inilah aku melihat bulir mutiara keluar dari kedua bola mata 2 sahabatku. Sofy dan Liska, mereka menangis. Hanya bujukan agar tidak menunjukkan kelemahanlah yang bisa ku lakukan. Siapa bilang aku tidak ingin menangis. Hanya tekad awalku lah yang bisa membendunginya. Dan itu sangat mudah di lakukan.

Berlari, berjalan, jalan jongkok, tiarap, push up dan lain-lain, adalah cara kami di kenalkan kepada semua gedung-gedung yang ada di bataliyon ini, hanya gedung-gedung utama untungnya. Aku hanya berdoa agar aku tidak mengingat gedung-gedung yang menjadi saksi atas penyiksaan kami ini. Di tambah, di suatu sesi kami di suruh masuk got sambil jalan jongkok kusus wanita dan merayap kusus laki-laki. Dan dengan mudahnya para pelatih TNI itu mengatakan “Bagaimanapun caranya, setiba kalian sampai di tempat peristirahatan kalian, kalian harus kembali kering bajunya”. Dan penyiksaan kembali mulai. Dengan matahari tepat berada di atas, tak tau tepat posisinya, yang penting siang itu sangat panas. Berbaring dan tiarap adalah posisi yang paling di faforitkan oleh para pelatih untuk mengeringkan baju kami semua. Betapa pintarnya para pelatih itu.

Malam hari. Ada peraturan yang di berikan para pelatih kepada kami agar selalu membawa senjata, tongkat yang mirip dengan tongkat pemukul satpam, tapi tongkatnya lumayan sedikit keren, tongkat yang di bagikan di siang hari oleh para pelatih. Kami harus menganggapnya sebagai suami bagi wanita dan istri bagi laki-laki, kami semua harus menjaganya apapun keadaannya, jangan sampai terambil oleh pelatih atau dengan kata lain senjata itu hilang. Dan malam inilah tongkatku hilang, atau bisa di bilang bahwa para pelatihlah yang punya kerjaan untuk mengusili kami, ya, hanya dua orang saja yang hilang suaminya. Aku dan satu temanku, anggap saja namanya Nora. Berguling-guling adalah hukuman yang tepat untuk kami berdua. Itu sangat pusing. Di tambah kami harus mengangkat tongkat kami bak patung liberty. Di tambah hidung kami yang di buat hampir mirip dengan badut, di jentik dan di cubit oleh pelatih, sakitnya bukan main. Entah apa permainan dari pelatih ini. Ikuti saja alur ceritanya kawan, karna para pelatihlah yang tau semua cerita kita di bataliyon ini. Dan ada banyak pelatih di sini.

Sebelum kami di perbolehkan beristirahat, pemanasan adalah makanan pelengkapnya. Berlari 3 keliling lapangan yang mungkin bagi para pelatih itu adalah lapangan yang kecil, tapi kita tidak tahu berapa besar lapangan itu menurut kami yang teraniaya olehnya. Dan aku jamin kegiatan pemanasan ini akan menjadi makanan wajib kami sehari-hari. Atau mungkin para pelatih hanya menganggapnya sebagai cemilan semata.

Dan juga ada namanya “jaga serambi”, piket secara bergantian menjaga malam di atas kelelapan teman-temanmu. Menjaga agar tidak ada musuh yang bisa mengganggu kesenyapan itu. Tentunya, akan ada sandi yang akan kau lontarkan kepada orang yang datang ke markasmu, jika mereka bisa membalas sandi dengan baik, berarti mereka adalah kawan kita, tetapi jika tidak, sudah jelas kau akan mengangkat senjatamu ke arah musuh dan menembakinya (pura-pura menembakinya). Serasa benar-benar berada di medan perang.

Minggu, 27 Januari 2013

                Olahraga jam 4 pagi juga akan menjadi makanan ringan sehari-hari kami. Ku akui, makanan seperti ini adalah makanan paling sehat yang pernah ku temui. Walupun di pagi yang masih gelap kami melaksanakannya dengan penuh angguk-angguk, tapi kami sangat menikmatinya, bahkan kami sangat memahami olahraga ini. Saking ngantuknya.

Jujur saja, waktu makan di YONIF 315 adalah waktu yang sangat mengerikan serta memuakkan bagiku. Aku lebih memilih push up 100 kali dalam satu waktu dari pada aku harus makan dengan keadaan tidak maknyoss itu. Hanya sifatku yang masih patuh itulah aku bisa bertahan agar tidak muntah. Ku jamin, kalian akan sangat penasaran dengan suasana makan di pelatihan YONIF ini kan?. Aku berani jamin itu. coba saja!.

Apa kalian pernah makan muntahan teman kalian?. Dan itulah yang pernah kami alami saat ini. Salah seorang teman perempuanku, anggap saja namanya Fatmawati. Dia makan dan memuntahkan lagi apa yang dia makan. Dan dari muntahannya di campur dengan sisa nasi yang belum di habiskan Fatmawati. Temanku Noralah yang di suruh oleh pelatih untuk mengaduk dan meremas nasi itu sebelum kemudian di suapkan ke mulut kami semua secara bergantian. Semuanya merasakan. Kalian yang membacanya saja sudah ingin muntah bukan?. Apalagi dengan kami yang merasakannya secara langsung. Dan dari situlah fatmawati meminta maaf kepada kami dan dia tidak akan mengulanginya lagi. Dan dari sorot matanya aku bisa melihat betapa bencinya dia dengan para pelatih di YONIF 315 ini. Bukan hanya dia. Mungkin bahkan kami semua.

Kegiatan rutin pagi kami adalah menerima materi-materi dari para pelatih di dalam ruangan. Sedikit membosankan, tapi kami harus menerimanya. Walaupun masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Mudahan itu tidak terjadi. Karna setiap materi di berikan, kami selalu mencatatnya.

Yang berbeda hari ini adalah suatu materi tentang konsentrasi lapangan. Singkat cerita. Kami di bagi menjadi 2 kelompok, berlomba untuk mendapatkan bendera lawan dan harus tetap mempertahankan bendera sendiri. Dan sialnya kelompokku belum mendapatkan keberuntungan. Dan hukuman yang pantas kami terima adalah melawak di depan semua teman yang menang dan di depan para pelatih dalam waktu 15 menit mereka semua harus tertawa. Para pelatih sangat diizinkan untuk tertawa, tetapi tidak dengan teman-temanku yang menang. Mereka di ancam oleh para pelatih untuk tidak tertawa selama kami melawak, jika mereka tertawa mereka akan di hukum. Maka malam itu berjuanglah kami sekuat-kuatnya agar teman-teman kami tertawa. Tapi hansilnya nihil dengan adanya ancaman itu.

Bingungnya, setelah kami melawak, semua teman yang menang, mendapatkan hukuman karna tidak adanya jiwa kebersamaan. Dalam arti lain, pelatih menganggap teman-temanku yang menang itu egois, karna mereka lebih mementingkan kami mendapatkan hukuman dari pada dirinya. Entah apa yang di pikirkan oleh para pelatih itu. Aku sendiri pun bingung. Semuapun kembali mendapatkan hukuman push up. Coklat panas yang sangat nikmat di malam hari.

Senin, 28 Januari 2013

Bangun dengan keadaan badan menggigil hebat sangat membuatku terkejut. Tulang-tulang seluruh badanku serasa di sengat jarum-jarum pentul. Sakit sekali badan ini. Ingin sekali aku menangis, agar ada sedikit kehangatan dalam tubuh ini. Tapi aku harus tetap bertahan. Aku hanya belum terbiasa saja.

Kegiatan rutin tetap kembali dilakukan. Hanya beberapa sesi yang berbeda saja yang akan aku ceritakan.

Pertama, pemberi materi yang sangat menyebalkan, yaitu pelatih Zulfikar. Entah apa yang dia pikirkan, menyuruh kami perkenalan satu persatu ke depan, sekaligus juga di minta untuk dengan suka rela menyumbangkan suara merdu kami alias bernyanyi. Hanya para wanitanya saja yang di minta, tidak dengan para lelakinya yang dia anggap  hanya akan menghancurkan suasana jika kaum adam bernyanyi. Dan tiba giliranku untuk bernyanyi. Awalnya aku bernyanyi lagu milik Taylor Swift – Love Story, tapi pelatih Zulfikar menginginkan ku untuk menyanyi lagu india. Ingin rasanya aku menonjok muka itu. Aku suka lagu india, tapi tak satu pun aku hapal. Dan berusaha aku mencoba untuk bernyanyi lagu india sebisaku, baru inginku menyanyikannya, pelatih itu langsung menyuruhku untuk membasahkan seluruh yang menempel di badanku tanpa harus melepaskannya. Dalam kata lain, “basah kuyup”. Maka, akupun melaksanakannya dengan ikhlas membahana.

Kedua, seperti yang telah ku bilang, waktu makan adalah waktu yang sangat menakutkan bagiku. Dan akan semakin menyeramkan di malam ini. Yang benar saja, setelah semua nasi, sayur, lauk dan buah jeruk di bagikan, kami semua di wajibkan untuk memakan sayurnya terlebih dahulu. Kemudian makan lauknya saja. Dan di sinilah firasat baikku muncul. Yaitu makan nasi dengan jeruknya saja. Jujur saja, aku sangat sangat menyukai menu ini. Tapiiii……… firasat burukku kembali muncul. Memang kami makan dengan nasi dan jeruknya saja, tapi jeruknya hanya setengah. Dan kalian mau tau kemana jeruk setengahnya itu pergi?. Ya…! jeruk setengah itu serta dengan kulit-kulitnya harus sudah masuk dalam perut dalam hitungan 3 menit. Betapa stresnya para pelatih itu. Makan jeruk serta kulitnya adalah menu yang paling pahit yang pernah aku rasakan, Beruntungnya ada seorang pelatih yang sangat baik kepadaku, yaitu pelatih kuriyansyah. Baru saja aku makan segigit dari setengah jeruk itu, pelatih kuriyansyah sudah mengambil semuanya dari tanganku. Dia mengatakan agar aku tidak memaksakan diri untuk memakannya. Sungguh aku sangat berterima kasih kepadanya.

Ketiga, malam dengan tanpa jaga serambi. Tidak ada piket jaga malam pada saat itu, khusus wanita. Yang jaga malam adalah para kaum adam. Aku sangat bersyukur dengan bisa tidur nyenyak malam itu. Makasih kaum adam. Aku akan mengingat jasamu. Haha.

Selasa, 29 Januari 2013

                Tidak akan lupa dengan menu wajib pagi kami semua, senam pagi. Dan seperti biasa. Aku hanya akan menceritakan bagian yang berbeda saja di tulisanku ini, agar kalian tidak bosan membacanya.

Pertama, materi yang paling menarik, yaitu montenering. Langsung turun ke lapangan praktek. Kami para siswa siswi duduk manis memperhatikan para pelatih mencontohkan cara menyebrangi jembatan tali satu dan jembatan tali dua. Rintangan itulah yang harus kami lewati. Aku disini bisa menyombongkan diri, karna aku yakin sekali aku bisa melewatinya, karna di sekolahku dulu aku sering merasakan outbound. Dan terbukti jelas aku bisa melewatinya walau banyak pelatih yang mengusiliku saat aku berusaha menyebrangi jembatan itu, terutama di saat menyebrangi jembatan tali satu, tetapi tetap aku bisa menyebranginya. Setelah itu ada satu momen yang bagiku indah saat itu. Dan jujur saja, moment ini semacam sangat sulit ku tuliskan. Bukan berarti aku tak ingin berbagi dengan para pembaca, tapi moment ini hanya bisa di bayangkan saja. Sama seperti kalian yang juga memiliki moment yang sweet yang kalian hanya bisa membayangkannya saja sambil tersenyum-senyum malu dengan wajah merona dan moment sweet itu tak bisa kalian ceritakan bahkan menuliskannya secara gamblang. Memang bisa, tapi tidak mudah. Dan begitulah keadaanku jika aku mengingat moment itu.

Kedua, kejadian yang tak kan pernah aku ingat lagi kecuali kebetulan ada orang yang mengungkitnya kembali. Adalah waktu makan malam. Sudah ku bilang dari awal, kalau aku sangat tidak menyukai waktu ini. Dan samakin ku cetar membahana membencinya malam ini. Setelah kemarin malam kami semua makan jeruk dan kulitnya. Kini berbeda cerita. Kalian tau pisang?. Pasti kalian tau semua. Dan sungguh sialnya postur pisang ini sangat tidak etis sekali. Sudah dengan kulitnya yang tebal, di tambah dengan isi dagingnya yang kecil plus dengan warna pisangnya yang hijau. Bangsa monyet pun tidak akan pernah memakan sekaligus kulit pisangnya. Dan malam ini kami semua menjadi lebih sakti dari pada bangsa monyet. Dan dengan caraku aku membagi dua pisang itu, setengahnya ku berikan pada teman yang mau membantuku, Sofy. Hanya banyak getah yang menempel di mulutku. Begitu pula dangan rasa pahit menyerang mulutku berupa badai. Hah…… sebenarnya mubazir itu emang tidak baik, tapi bukan begini juga kali caranyaaa….. ingin juga aku memberitahukan kepada para pelatih agar jangan membawaku dalam kesengsaraan mereka dalam menikmati pisang dan kulitnya. Dan jangan kalian kira aku tak ingin muntah. Tapi ku urungkan niat itu. Aku tak ingin kejadian Fatmawati terulang kembali.

Ketiga, malam ini juga akan menjadi moment yang paling indah dalam menwa. Bongkar pasang senjata, kami bergantian maju kedepan di ajarkan cara membongkar pasang senjata. Dan 5 orang akan di pilih untuk menjadi perwakilan tampil di acara penutupan nantinya. Dan beruntungnya aku masuk dalam 5 orang itu bersama temanku lainnya, Natasya, Dodi, Syarif, dan Yoga. Dua perempuan dan 3 laki-laki. Maka berlatihlah kami berlima bersama masing-masing pelatih. Aku bersama pelatih latif. Dan seperti datangnya sebuah keistimewaan saat aku memegang senjata dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, yaitu bola mata hitamku seperti bisa melihat sisi kebaikan dari seluruh pelatih-pelatih itu. Yang selama 4 hari berlalu aku hanya menganggap mereka menyeramkan. Sungguh malam itu aku bisa melihat kebaikan mereka semua entah dari mana asalnya. Aku sendiri pun bingung. Semua senyuman para pelatih itu. Semua kebaikan yang tersembunyi dari wajah menyeramkan mereka. Aku tidak gombal kawan. Aku bahkan kami merasa seperti punya penjaga dan pelindung diri kami. Para pelatih ini adalah abang-abang kandung kami dan penjaga kami.

Penutup sebelum kami istirahat adalah penampilan dari kami berlima di depan semua teman-teman. Di ikuti setelahnya senam komando yang di pimpin oleh pelatih Fauzi. Senam yang sangat mengasyikkan badan untuk slalu ingin bergoyang. Setelah senam, kami di perlihatkan beberapa video dari YONIF 315. Video yang sangat cetar membahana badai halilintar!. Mungkin keadaan mataku saat menontonya adalah “belok”. Kondisi mata yang sangat besar dan posisi mulut yang agak terbuka. Aku sangat suka dengan pengeditan vidoenya. Amazing. Luaaarrrr biasaaaaaa. Penasaran?. Datang aja ke YONIF 315. (promoso tanpa di bayar).

Sebelum kami tidur pun, sebuah vitamin di bagikan ke kami semua. Vitamin berwarna orange yang harus kami minum sebelum tidur untuk persiapan besok kami long march. Perjalanan jarak jauh. Untung obatnya kecil. Karna aku paling tidak suka mengonsumsi obat-obatan. Dan bukan berarti aku membencinya, tetapi hanya karna aku tidak menyukainya.

Rabu, 30 Januari 2013

Aku sangat menyukai kegiatan berjalan kaki, apalagi di selingi dengan memperhatikan semua kegiatan yang ada di depan mata. Dan di saat Long March inilah aku tidak merasakan capek sedikitpun, hanya sedikit lelah saja. Yang tak biasanya di sini adalah berjalan yang slalu di iringi dengan lantunan lagu dari awal berjalan mulai start sampai akhir finish nanti. Di tambah dengan helikopter yang slalu berlalu lalang seperti sedang mengawasi sesuatu, tapi entahlah. Di saat helikopter lewat inilah kami di manapun berada dan apapun keadaannya harus mengambil posisi tiarap, karena pelatih menganggap lalu-lalang helikopter itu sebagai “serangan udara”. Maka dari pada itu posisi tiarap adalah posisi terfaforit bagi para semua pelatih. Betapa seringnya helikopter itu lalu-lalang, maka sering pulalah kami berpose tiarap itu, apa mungkin helikopter itu sedang dalam misi pencarian siswa siswi ganteng dan cantik kali ya?.

Tak terasa waktu berjalan begitu lambat, kami pun sudah tiba di posko akhir tujuan kami. Hutan lindung yang mempunyai pusara pusat berupa danau yang biasa di sebut sebagai danau (lupa aku dengan nama danau ini)………. suasananya sangat sejuk, adem-adem ayem dan sangat menenangkan.  Danau itu bagai di pagari oleh banyak pohon-pohon yang sangat tinggi, tinggi menjulang ke atas. Semerbak hijau meneduhkan hati pikiran sendu. Sungguh halus angin menyentuh pipi ini. Suasana tenang yang takkan ku lupakan.

Seperti biasa, tak lupa pula aku menceritakan moment-moment berbeda di tiap harinya. Dan hari ini ada yang berbeda.

Pertama, awal semua kami beristirahat menyelonjorkan kaki lurus agar sedikit rileks. Tetapi tidak denganku yang langsung di suruh oleh salah seorang pelatih untuk masuk berendam dalam air danau itu. Ingin sekali rasanya berontak dari perintah itu. Tapi apa boleh buat, pelatihan ini hanya para pelatih yang tau ceritanya. Dan ancaman jika aku tidak mengikuti semua perintahnya adalah hidungku akan di cubitnya sampai merah mirip badut. Kau tidak perlu tau siapa pelatih ini. Begitu pula denganku yang sebenarnya tidak mau tau akan tentang pelatih yang satu ini. Pelatih yang akan menjadikanku sebagai “bulan-bulanannya”. Aku akan sering di tindak oleh pelatih ini jika aku membuat sedikit kesalahan saja. Maka dari itu, aku akan bersikap se-cute mungkin di pelatihan ini.

Kedua, setelah berendam aku pikir aku akan bebas. Ke usilan pelatih ini tak kunjung reda. Aku di suruh untuk memegang seekor kodok. Bukan berarti aku benci dengan kodok, dia juga ciptaan Allah. Lama aku memandang kodok yang terdiam di sebuah pohon bagian bawah. Sangat lama ku memandangnya. Aku tak mau mencoba untuk menyentuh kulitnya yang kasar itu. Aku lebih memilih ular yang punya tekstur kulit sisik yang unik dan cantik dari pada seekor kodok yang dari tadi seperti ingin kabur dari pandangan mataku. Kodok berwarna coklat tua berbinti-bintik hitam tak teratur. Sekeras apapun bentakan dari pelatih yang menyuruhku untuk mengambil kodok itu tak mempan terhadapku yang terus menolaknya. Aku takkan mau menyentuhnya, titik. Dan kejar-kejaran layaknya seorang anak kecil dengan salah satu temanku yang juga di suruh pelatih untuk menyerahkan kodok yang berada dalam genggaman tangannya, temanku ini namanya Nora. Moment yang paling menjengkelkan. Penolakan yang ku lakukan ternyata berhasil. Pelatih itu seperti menyerah atas ketidakmauanku yang tinggi. Dan akhirnya nora di suruh berhanti mengejarku.

Ketiga, ini adalah momen yang paling menjijikkan sebelum moment makan muntahan teman yang berada pada posisi urutan kedua. Dan untuk posisi pertama ini adalah “Jus Sirsak”. Penjelasan untuk jus sirsak ini adalah sebuah tempat air minum akua yang berisikan setengahnya dengan air yang kami semua tidak tau itu air apa, yang kurasa itu adalah air dari danau yang kami belakangi ini. Satu persatu siswa siswi maju melakukan atraksi jiwa korsanya, jiwa kebersamaan, dan atraksinya adalah kumur-kumur menggunakan air itu, dan air yang sudah kau kumur harus dimasukin kembali ke dalam gelas pelastik itu. Beruntung yang menjadi orang pertama, tapi tidak dengan menjadi orang yang paling terakhir, dan itu adalah aku. Merasakan air kumuran dari semua temanku itu seperti ingin muntah. Untung pelatih yang menjadikanku sebagai bulan-bulanannya tidak memaksaku untuk berkumur-kumur, hanya memasukkan air itu ke mulut dan langsung di buang kembali. Pelatih yang lumayan baik. Bahkan pelati-pelatih lainnya pun tak sanggup melihat atraksi jiwa korsa kami ini.

Akan kusebutkan siapa nama pelatih yang mempunyai keusilan tingkat tinggi ini. Namanya adalah Zulfikar. Pelatih ini sangat sombong. Aku sangat jengkel dan kesal padanya dalam pelatihan ini.

Pembagian kelompok juga di lakukan, pembagian ini di lakukan untuk pembagian ponco yang akan di bangun sebagai tenda tempat beristirahat kami nantinya. Dan aku sangat bersyukur bisa kembali bertiga dengan teman terdekatku, Sofy dan Liska, teman satu kontrakan. Dan pembuatan tenda ini pun yang para wanitanya banyak di bantu oleh para pelatih. Dan termasuk di tenda kami ini, bisa di bilang kami hanya banyak bernyanyi saja untuk memberi para pelatih semangat atas bantuan mereka membangun tenda buat kami bertiga dan tak lupa pula “serangan udara” yang sering terjadi, maka sering pulalah kami bertiarap ria gembira.

Ucapan terima kasih tak lupa pula kami ucapkan kepada para pelatih yang sudah membantu kami. Setelahnya tak lupa pula kami melaksanakan kewajiban kami sebagai seorang muslim, yaitu shalat dzuhur. Dan kembali berkumpul untuk menerima materi tentang surfivle, materi cara bertahan hidup dalam berbagai kondisi.

Masuk waktu ashar, melaksanakan shalat dan pembersihan tenda dan badan. Dan kami semua diwajibkan tidur setelah magrib sampai jam 10 malam. Dan saat kami dibangunkan dari tidur kami yang hanya di berikan waktu selama 2 menit untuk mengenakan pakaian seragam wajib kami. Dan hanya kelompokku lah yang sudah berkumpul dengan pakaian lengkap, hanya aku, Sofy dan Liska. Sebagai hadiahnya kami bertiga di beri roti satu-persatu oleh pelatih Zulfikar serta sekotak susu coklat.

Bernyanyi sambil menunggu giliran untuk caraka malam itulah yang kami lakukan. Mulai dari jam 10 ini kami tidak di izinkan tidur sampai nanti paginya. Malam ini ada sebuah misi berupa penyampaian pesan kepada orang yang sudah di tentukan tanpa harus terbongkar oleh musuh yang keluyuran menyamar dan tanpa harus kehilangan perlengkapan. Dan di saat giliranku tiba jam 02.30 aku duduk di depan seorang pelatih untuk menghafalkan pesan yang harus ku sampaikan pada orang yang menggunakan jaket bewarna merah dan putih. Dan aku harus melewati 5 posko tanpa harus terbongkar pesannya. Dan agar kami sampai di tiap posko itu adalah dengan mengikuti jalur tali yang telah di buat oleh para pelatih agar kami tidak tersesat.

Posko 1. Para musuh (para pelatih yang menyamar jadi musuh) memancing-mancing agar aku mau membongkar pesan. Tapi tak berhasil. Mereka mengambil topiku dengan mudahnya, karna aku masih menganggap mereka seperti pelatihku, bukan sebagai musuh. Itu letak kesalahanku. Setelah itu mataku di tutup dengan sebuah kain,  3 orang para pelatih menyuruhku untuk membuka mulut, mencoba menebak apa yang di rasa dan apa yang di bau. Dan satu pun aku tak bisa menebak. Setelah kain ikatan di buka barulah aku tau kalau semua itu adalah bumbu-bumbu dapur untuk masak, padahal aku bisa masak, tetapi tidak dengan menutup mata kan?. Kemudian aku melanjutkan perjalanan ke posko 2 sambil bernyanyi “paman abraham”.

Posko 2. Seperti ada yang mengejutkanku. Seseorang di balik pohon, aku sama sekali tidak terkejut, aku hanya memandang seseorang itu sambil terus berjalan maju dan tetap terus bernyanyi. Dan tiba-tiba ada suara yang datang dari beda arah, ya! Itu suara banyak pelatih, banyak pelatih yang duduk berkumpul di sana, hanya pelatih irfan yang sangat jelas terlihat wajahnya, karna ada pelatih lain yang menyorotkan lampu senter ke arahnya. Seperti yang ku katakan di posko 1, bahwa aku masih menganggap musuh di depanku ini sebagai seorang pelatih yang tegas. Aku lupa kalau malam ini mereka menyamar jadi segerombolan musuh. Kembali pula tongkatku lenyap dengan mudahnya. Para musuh itu hanya mengatakan letak senjata, hadap kanan, hadap kiri dan balik kanan. Saat kembali aku berhadapan dengan mereka, aku melihat kebawah, senjataku hilang sudah. Sedikit membentak aku menanyakan keberadaan senjataku. Aku merasa malam itu aku menjadi orang yang paling bego’ dan paling culun sedunia, walau ini hanya berupa latihan, bagaimana dengan dunia nyatanya nanti ?. Duduk bersila di depan para musuh. Setelah itu kembali mataku di tutup dengan kain. Dan kembali pula tanganku disuruh untuk meraba sesuatu seperti tanah yang ada cacing dan ulatnya. Selagi itu bukan kodok aku masih tetap berani memegangnya. Eits… tiba-tiba aku di paksa untuk mendongakkan wajah dan membuka mulut secara paksa dan seperti di masukkan sesuatu yang mirip dengan mie. Sudah ketebak, gertakan seperti itu tak kan mempan padaku untuk terkejut agar aku menganggap sesuatu yang di masukkan itu adalah cacing. Di SMP aku juga merasakannya bahkan juga merasakan sebagai kakak senior di pramuka sekolahku. Melanjutkan ke posko selanjutnya. Tapi aku terus berdiam diri lama di posko dua agar aku bisa mendapatkan kembali senjataku. Itu perbuatan yang sia-sia atas kesalahanku. Dan tak lupa pula aku melanjutkan lagu kebangsaanku, “paman abraham”.

Posko 3. Seperti ada boneka bergantung warna putih layaknya bantal yang dibuat semirip mungkin dengan pocong, tapi untuk yang ini tidak menakutkan karena ukurannya yang bagiku itu adalah pocong anak kecil. Hanya melewatinya saja sebelum akhirnya sampai di posko 3. Ada seorang senior yang duduk di antara pelatih-pelatih lain yang sedang tertidur lelap di atas aspal yang mungkin bagi para pelatih itu adalah kasur empuk mereka. Memancing agar aku membongkar pesan dengan menyuguhkan minum sambil sedikit bercerita-cerita sangatlah tidak mempan bagiku. Hanya duduk istirahat di posko ini. Kemudian kembali melanjutkan perjalanan dan tak lupa dengan lagu kewajibanku, “paman abraham”. Posko yang palingg santai.

Posko 4. Teriakan seorang senior agar aku merayap melewatinya sampai aku di izinkan berdiri. Di bentak agar aku mau membongkar pesan, tidak ampuh bagiku. Walaupun aku di suruh push up sebanyak seratus kali malam itu, aku tetap tak mau memberitahukan pesan itu. Kemudian aku  di minta untuk menyebutkan isi Panca Dharma Satya MENWA, tentu saja aku masih menghafalnya, tapi tidak lancar dengan keadaan yang sangat dingin dan ngantuk ini. Yang penting aku berhasil melafalkan Panca Dharma itu. Dan senior itu mengatakan bahwa hanya aku sendirilah yang bisa menyebutkannya setelah banyaknya temanku melalui posko ini. Maka, perasaanku yang tadinya menganggap diriku orang yang paling bego’ berubah drastis menanjak gunung, aku merasa seperti orang yang paling pintar sedunia. Kebahagiaan pada malam itu, walaupun aku lupa dengan semboyan Menwanya. Dan di posko ini aku juga telah berjanji akan aktif di keorganisasian Menwa. Insyaallah.

Posko 5. Posko terakhir, posko pengetesan peraba dan penglihatan. Dengan tetap tutup mata, ada rambutan, plastik, tutup tempat plastik, katak (aku hanya menyentuhnya dengan satu telunjuk jariku, dan aku hanya asal tebak tapi benar), dan terakhir adalah belut, yang agak sedikit menjijikkan pula aku menyentuhnya dan cara menyentuhnya tak jauh beda dengan cara aku menyentuh katak tadi. Sangat menjijikkan. Lalu setelah itu kembali di minta untuk menebak beberapa benda yang ada di depan mataku yang berjarak kurang lebih 2 meter, di hutan gelap seperti ini tak pula aku bisa menebak semua benda itu kecuali satu, kantong plastik. Sebelum di bolehkan melanjutkan perjalanan ke posko selanjutnya, salah satu pelatih memberi rambutan yang sudah di buka dari kulitnya tetapi tetap menyuruhku agar aku tidak memakannya sampai benar-benar ada perintah untuk membuangnya. Melanjutkan perjalanan dengan kondisi mulut berisi rambutan sambil teriak “suamiku hilang”. Serasa orang paling stress di dunia. Siapa yang tidak ingin ketawa coba?. Dan kesandung batu membuatku sedikit hampir tersungkur dan membuat rambutan yang di mulutku jatuh dengan mudahnya. Gelap menghalangiku untuk bisa menemukannya.

Posko akhir. Posko di mana aku akan membongkar pesan itu. walaupun pesan itu aman terjaga olehku tapi tidak dengan topi dan senjataku. Hukuman atau tindakan yang pas bagiku adalah basah dari lutut sampai bawah, dengan pergi ke kamar mandi membasahkan diri sesuai permintaan. Turuti saja. Menunggu teman-teman yang lain sambilku mengantuk-ngantuk ria adalah apa yang aku dan sebagian teman-temanku yang sudah, yang kami lakukan.

Malam ini adalah malam berjuta perasaan dan berjuta anggapan.

Kamis, 31 Januari 2013

                Waktu subuh telah tiba saat selesai kami semua melakukan olahraga rutin pemanasan kami seperti biasanya, sampai kami mengeluarkan keringat. Setelah itu tak lupa kami melaksanakan shalat subuh dan mandi. Di sela-sela waktu itu ku sempatkan sebentar diriku untuk tidur. Sebelum akhirnya kami di kumpulakan kembali untuk berolahraga lagi. Dan hari ini adalah praktek tentang cara bertahan hidup di hutan dengan memanfaatkan apa yang ada di dalam hutan itu.

Berendam lama kami dalam air adalah awal dari kegiatan mandi pagi ini, tentu saja kegiatan ini di pimpin oleh pelatih Zulfikar. Muncul timbul dari air adalah gerakan yang paling terfavorit sepertinya oleh pelatih ini. Sungguh sangat jelas terlihat wajah sumringah kesenangan itu, dan sepertinya kami berendam sangat lama.

Pagi itu pula kami tidak di beri makan. Dan saat itu pula aku sangat menyukai hari itu, karna dengan tidak adanya waktu makan yang sangat menyeramkan itu.

Mengawali kegiatan pagi dengan membongkar tenda, sangatlah mudah di lakukan. Dan tak lupa pula membereskan perlengkapan pribadi masing-masing. Kami semua akan berpindah tempat berkemah. Jaraknya tidak jauh dari tempat awal, tapi jumlah nyamuknya sangat jauh lebih banyak di sini. Membangun tenda tanpa bantuan para pelatih, tentu saja kami bisa. Walaupun agak sedikit lambat. Pencarian makan pun juga kami lakukan (tentu saja para pelatih tidak tega membiarkan kami lapar begitu saja. Mereka telah meletak sebar ubi jalar dan singkong di hutan itu). keterlambatan kami untuk mengambilnya menyebabkan kami tidak banyak mendapatkan makanan itu, sampai kami harus meminta dengan teman-teman yang lain. Mereka semua adalah teman yang sangat baik dan pengertian. Dan tidur istirahat adalah kegiatan kami selanjutnya. Tapi tetap ada di sini kegiatan usil dari para pelatih. Terutama pelatih Zulfikar, yang mengusiliku dan beberapa temanku, menyoret-coreng mukaku seperti kera dengan arang, serta teman dekatku, Liska mukanya seperti Hantu Suzana dan teman-temanku lainnya, banyak rupanya. Semua wajah yang mukanya di coret-coreng berkumpul untuk menjadi model kehutanan, berpose bak Cerrybelle dan pemotretanpun di lakukan.

Sampai di waktu sore, kami semua berkumpul untuk mendengarkan perkenalan diri dari para pelatih dan juga senior. Setiba magrib, kembali kami harus membereskan tenda untuk berpindah tempat ke tempat awal kami bertempat, dekat danau. Sesampainya kami disana, kami harus membangun tenda itu lagi. Para pelatih pun membantu membangun tendaku yang posisi letaknya yang sangat tidak strategis dan sangat mengkhawatirkan. Begitu juga dengan tenda-tenda teman perempuanku yang lainnya.

Malampun istirahatku penuh dengan kedinginan menggigil yang sangat-sangat.

Jum’at, 1 Februari 2013

                Hari ini kegiatan yang paling berbeda adalah kegiatan yang berhubungan dengan perahu karet. Enam orang bergantian naik dengan 3 pelatih pengiring di dalamnya. Tidak seutuhnya semua bagian perahu terbuat dari karet, ada bagian dalamnya yang terbuat dari papan triplek. Dan sepertinya inilah yang membuat prahu ini begitu berat. Mendayung ber-enam orang yang badannya tak se-perkasa para pelatih yang begitu mudahnya mendayung cepat dari ujung ke ujung. Tidak dengan kami yang sebagai pemula, yang sangat lumayan lambat saat mendayung.

Telah sampainya di tengah danau, kami harus memutar arah perahu karet kami untuk kembali ke tempat semula yang di sana telah menunggu temanku yang mendapatkan giliran selanjutnya. Tapi, saat kami baru memutar 90ᵒ, kami semua di suruh berhenti melakukan kegiatan mendayung, meletakkan dayung dan melompat ke air karna ada “serangan udara”. Tentu saja aku tidak bisa berenang. Hanya karna ada pelampunglah aku berani lompat keluar dari perahu itu. setelah itu kembali naik saat para pelatih puas dengan tawaan mereka, sungguh pelatih yang menyebalkan. Dan memutarkan lagi 90ᵒ, sempurna berhadapan ke arah tempat semula, mendayung cepat ketepian. Tetapi, jarak 10 meter sebelum kami sampai, kami kembali di suruh melompat dan berenang ketepian sendiri. Wow. Saat meloncat dan sudah berada dalam air aku langsung menarik pelampung temanku, Salim. Aku hanya memintanya untuk membantu membawaku ketepian bersamanya. Pelatih Zulfikar yang melihat kejadian itu langsung mengambil tindakan membantuku,kelihatan sekali dari matanya yang seperti sebal kepadaku yang tidak bisa berenang ini. Dia mengira bahwa aku pura-pura tidak bisa berenang, sepertinya. Dan itulah kenyataannya, bahwa aku memang tidak bisa berenang.

Hidungku sakit, wajahku pucat setelah kegiatan itu, tapi aku masih bisa untuk beristirahat sejenak untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Sedikit air masuk dari hidungku.

Malam ini kami semua berkumpul setelah isya. Menggunakan baju bebas yang kering yang kami miliki. Berkumpul untuk memberikan kesan pesan dan menyebutkan pelatih yang terjahat dan yang terbaik. Di temani dengan api unggun yang sangat besar, satu persatu kami maju ke depan. Dan saat giliranku tiba aku hanya mengatakan bahwa YONIF 315 sanagt Cetaaarrrrr Membahanaaaaa Badai Halilintaarrrr, Wajah Scurity tapi hatinya hati Hello kitty. Dan pelatih yang terkejamku adalah pelatih Zulfikar, siapa lagi kalau bukan dia?. Sedangkan pelatih terbaiknya adalah pelatih Fauzi, pelatih yang sangat pandai bernyanyi dan Nge-Dance, I like It.

Kehangatan menyelimuti kami semua pada acara edisi malam api unggun itu. Seperti dingin tidak ingin menyentuh mengganggu kebersamaan kami dengan para pelatih. Jam 10 malam kami sudah harus tidur, beristirahat di bifak. Ke-empukan tanah yang beralaskan ponco beratapkan ponco, di apit oleh dua temanku aku tidur dengan penuh kedinginan. Kain panjang yang ku kenakan seperti tidak mampu menahan hembusan angin dingin. Tapi, tetap aku paksakan tidur untuk istirahat mempersiapkan diri mengikuti kegiatan esok hari.

Sabtu, 2 Februari 2013

                Long March, adalah kegiatan kami hari itu. Berjalan jauh dari danau Situgede menuju Kampus Diploma IPB tempat dimana kami kuliah. Tepatnya, di pelataran parkir yang sedang sepi kami semua berkumpul. Selama perjalanan, kebahagian senyum sumringahlah yang banyak aku lakukan, kenangan perjalanan yang tak pernah aku bisa lupakan. Banyak kejadian manis selama perjalanan jauh itu. Tanpa harus adanya kelelahan dan tanpa sentuhan rasa capek. Banyak tingkah para pelatih yang ku perhatikan, tak bosan sama sekali, mereka sangat menarik dan unik.

Selama setengah perjalanan, ada seorang pelatih yang baik kepadaku. Pelatih Zulfikar mau membawakan tasku yang berat serta senjataku, di tambah ia meminjamkan earphonenya kepadaku. Maka timbullah kesyirikan dari para pelatih lain, senior dan teman-temanku. Mereka seperti tidak merasa adanya sebuah keadilan. Tapi, tak bisa di pungkiri, itulah yang terjadi, Alhamdulillah sesuatu. Haha.

Setibanya kami di depan batalyon, barulah pelatih Zulfikar mengembalikan tas dan senjataku serta mengambil earphone yang aku kenakan. Tak lupa pula aku mengatakan terima kasih kepadanya atau dia akan marah kepadaku.

Teriakan bentak-bentakkan kembali cetar membahana di pelataran parkiran kampus dari semua mulut para pelatih. Tiarap, jongkok, dan push up dengan beban yang masih tertempel di punggung lumayan melelahkan. Pelatih yang menyebalkan.

Kurang lebih jam 11 pagi menjelang siang kuasa dari pelatih di serahkan penuh kepada senior kami. Dan semua pelatih berpamitan pulang ke markas dan sarang mereka. Maka dengan perginya para pelatih, terlihatlah senyum kemenangan di muka semua senior. Semua tindakan yang di berikan dari para senior kepada kami sangat membuat kami sedikit stress, karna banyaknya teman perempuanku yang tersedu sedan menangis karna senior, tapi tidak termasuk denganku. Mereka benci dangan senior karena para senior itu pemarah dan kami tidak menyukai tindakan itu, hanya ketegasan yang kami butuh, bukan marahan. Itu hanya pikirku saja. Tapi tidak dengan malam minggu ini, kami semua berkumpul bersama di depan berkobarnya api unggun besar selingan untuk mengeringkan baju kami yang basah karna kehujanan selama long march. Mendengarkan cerita-cerita seru dari para senior.

Menginap di sebuah gedung tentara dekat lapangan yang tidak jauh dari markas IPB. Laki-laki tidur diteras gedung sedangkan yang putrinya tidur di sebuah ruangan yang lumayan muat untuk 12 orang bidadari. Aku lebih memilih tidur di atas tanah di bandingkan tidur di atas lantai keramik yang keras ini, yang membuatku sebentar-sebantar bangun. Kedinginan juga merasuki tubuhku, maka semakin tidak nyenyaklah tidurku. Lengkap sudah penderitaan. Tidak apa untuk malam terakhir ini, pikirku.

Minggu, 3 Februari 2013

                Pagi jam 4 pagi kami bangun membereskan ruangan yang kami gunakan untuk istirahat malam tadi. Memakai perlengkapan dan bersiap-siap, shalat dan mandi. Dari jam 6 sampai jam 7 pagi kami melakukan olahraga rutin oleh para senior, di pimpin dengan 3 teman putraku. Di pagi ini aku sangat senang karna kami para wanita di izinkan untuk berbedak,hahaha. Tentu saja setelah perlengkapan make up kami semua telah di bagi oleh para senior dengan terpaksanya. Rayuan maut wanita yang telah meluluh lantakkan hati para senior kami. Maka, pagi itu harum dan beninglah kami semua para wanitanya, walau ada sedikit bau busuk yang mencuat dari baju PDL yang kami kenakan. Hanya sedikit.

Setiba kami di pelataran parkir kampus yang akan menjadi tempat kami melaksanakan upacara penutupan. Dan terlihatlah para pelatih mengenakan baju loreng mereka serta baret hijau mereka yang keren dan cool itu.

Upacara Penutupan, perwakilan satu siswa dan siswi untuk pemasangan baret ungu oleh pak Bintoro, bapak yang telah memberikan kami pendidikan menwa ini. Perwakilan siswa dan siswi itu adalah aku dan Dodi temanku.  Setelah upacara pemasangan baret, selanjutnya acara bongkar pasang senjata di laksanakan. Setelah itu ucapan perpisahan dari semua para pelatih dan senior, yang satu persatu memberi selamat berupa salam kepada kami semua satu persatu pula. Tak kuasa ku menahan air mataku sejak tadi malam. Air mata yang berarti aku telah bisa melewati pelatihan ini dengan sukses serta berpisah dengan orang yang sudah ku anggap sebagai abang-abang kandungku sendiri. Walaupun tidak semua pelatih yang dekat denganku. Hari itu hari yang sangat menyedihkan.

Setelah kami semua bersalaman dengan para pelatih, maka berfoto rialah kami semua dengan para pelatih. Di lanjutkan dengan makan siang, setelahnya say goodbye kepada para pelatih yang pergi dengan kendaraan mereka masing-masing sambil melambaikan tangan. Mudahan aku tidak melupakan ilmu yang telah mereka berikan dan wajah mereka yang akan sangat ku rindukan.

Kebersamaan dan kekompakan seperti telah menyatu pada kami 23 orang mahasiswa/i. Resmi sudah kami mendapatkan baret ungu. Kebanggaan yang patut kami dapatkan untuk di ceritakan kepada orang tua, teman dan bahkan semua orang. Kedewasaan, pesan-pesan yang dapat kami ambil dari para pelatih untuk menjadi panduan kami ke depannya. Tekad dan janji yang telah kami tuturkan yang harus kami tepati. Kekuatan diri yang harus kami jaga dan tetap menempel pada otot dan mental kami semua. Moment-momen indah yang harus kami penjara dalam pikiran untuk selamanya. Dan pengalaman semua tindakan-tindakan yang kami dapat dari para pelatih. Semoga kami tidak dengan mudahnya membuang 10 hari cerita di menwa ini.

KENANGAN MANIS YANG TAK TERLUPAKAN

SAY THANKS FOR PELATIH:

Kuriyansyah

Ariyanto

U. Padli

Agus

Handri Prihanto

Andri

Irfan

Latif Rahardianto

M. Takwin Zulfikar

Cito

Dodi Jaya Mandiri

Rahman

Fauzi Gumilang

Albar Kene

Dll

AND THANKS FOR ALL SENIOR

YOU ARE ALL THE BEST

 

 

 

SONG OF RESIMEN MAHASISWA

 

1). CINTA RESIMEN

Sudah berulang kali aku katakan

Jangan bermain cinta dengan resimen

Nanti di tinggal pendidikan

Sakit sedih sekali

Kalu aku pulang pendidikan

Badan aku hitam sekali

Pulang-pulang tak calling-calling

Aku kau putusi

Para resimen 3x

Kabanggaan kita semua

Alasitu alarude 3x

Oh inang amonge

2). YEL-YEL MAKAN

Bila waktu makan telah tiba

Segera menuju ruang makan

Bangkitkan semangat tuk belajar

Siapkan perut untuk di isi

Jangan lupa habiskan nasi

Juga dengan lauk pauknya

Sayur mayur juga di sikat

Hindarkan bicara dengan teman

3). PRAJURIT

Tinggalkan ayah tinggalkan ibu

Izinkan kami pergi berjuang

Di bawah kibaran sang merah putih

Majulah ayo maju bangsaku, serbu!

Tidak kembali pulang

Sebelum kita yang menang

Pasti menang!

Walau mayat terdampar

di medan perang

Demi bangsa, kurela berjuang

Maju ayo maju ayo terus maju

Singkirkan dia dia dia

Kikis habislah mereka

Musuh negara, Indonesia!

Wahai kawanku pasukan baret ungu

Dimana engkau berada,disini!

Teruskan perjuangan para pahlawan

Demi bangsa, kurela berkorban

4). YEL-YEL BINJAS

Bangun pagi-pagi menuju kelapangan

Untuk mengikuti latihan candra di muka

Pada dasarnya ingin segera pulang

Pendidikan belum usai

Wahai pelatihku betapa kejam dirimu

Wahai pelatihku betapa jelih matamu

Tidakkah kau tau apa isi hatiku

Ku cinta padamu

Ku sayang padamu

5). LAGU DO’A APEL MALAM

Ya aAllah yang maha Esa

Yang Maha Kuasa

Yang memiliki sekalian alam

Segala puji bagi-Mu

Engkau yang kami sembah

Dan kepada-Mulah kami mohon pertolongan

Tuunjukkanlah kami jalan yang benar

Lindungilah kami serta berikanlah kami

Keselamatan di dunia dan di hari kemudian

Ampunilah dosa-dosa kami

Kepadamulah kami berserah diri

Amien…

6). MINGGIR DONG

Mingir dong 2x

Pasukan baret ungu mau lewat

Jangan di tengah jalan

Nanti ku injak-injak

Minggirdong 3x

Mau marah silakan, Mau benci silakan

Asal jangan kau putuskan cintaku

Aku sabar menuggu

Sampai akhir hayatku

Malam minggu aku apel ke rumahmu

Malam minggu, Malam yang panjang

Malam yang asyik, Buat pacaran

Pacar baru, Baru kenalan

Kenal di jalan, Jendral sudirman

Singkat kata, singkat cerita

Aku dan dia, jatuuh cinta

Cinta yang dalam, sedalam laut

Laut meluas, cintapun hanyut

7). PAMAN ABRAHAM

Paman abraham punya anak tujuh

Anaknya tujuh punya paman abraham

Suka bernyanyi dan suka menari

Paman abraham punya anak tujuh Hey!

 

PANCA DARMA SATYA RESIMEN MAHASISWA INDONESIA

1).           Kami adalah mahasiswa warga negara, Negara Kesatuan Rerpublik Indonesia yang berdasarkan pancasila.

2).           Kami adalah mahasiswa yang sadar akantanggungjawab, serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak mengenal menyerah.

3).           Kami putra Indonesia yang berjiwa kesatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.

4).           Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan garba ilmiah dan sadar diri aakan hari depan bangsa dan negara.

5).           Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh di siplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

 

SEMBOYAN MENWA

“WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA”, “MENWA”!

 

 

THE END

Ray, inilah 9 hariku itu

Posted on February 20th, 2013 in Cerita Remaja Kompi A /IPB,Mahawarman IPB by AKROM EFFENDI

Ray, sepertinya kau kesepian selama 9 hari ini. Maaf aku tak sempat untuk sekedar menjenguk dan menyapamu barang sejenak. Kau tau, selama hari-hari itu aku bahkan seperti hidup di neraka saja, serasa aku ingin mengambil tali dan gantung diri di lemari. Belum habis pegal-pegal disekujur tubuhku akibat latihan 3 hari di Pusat Pendidikan Zeni, kini harus bertambah 9 hari lagi, bahkan kali ini harus menginap. Jadi, kau tak usah marah lah karena untuk sejenak aku melupakanmu.

 

Tapi, jika kau masih tetap ngoyo ingin mendengar alasan mengapa aku meninggalkanmu tanpa kabar selama itu, baiklah. Akan kujelaskan panjang lebar agar tak ada dusta di antara kita. Kau tau Diksar untuk masuk ke dalam Organisasi Resimen Mahasiswa kan? Ah, kau pasti tidak tau. Bukankah selama ini kau hanya berkutat dengan tulisan dan tulisan, mana mungkin kau mengerti masalah militer. Nah, jujur ray. Aku terpaksa sungguh sangat terpaksa mengikuti Diksar ini karena diwajibkan oleh Profesor Bintoro, Ketua Program Keahlianku. Kau pasti tau, selama ini aku sangat benci dengan olah raga apalagi bina fisik. Aku bisa makin kurus jika harus lari di tengah hari. Aku juga paling benci dibentak-bentak dan diperintah mengerjakan sesuatu dengan limit yang singkat sekali. Membayangkanya saja aku sudah mau muntah. Seperti semua curahan hatiku padamu, bahwa aku mencintai sastra bukan Dunia Tentara. Aku selalu membayangkan diriku berada disebuah Auditorium dan duduk manis memaparkan buku-bukuku, menandatangani buku-buku yang akan dibeli oleh pembaca setiaku. Bukan seorang aku yang berpakaian seperti laki-laki dengan senjata SS1 di tangan, Sepatu PDL yang berat, dan embel-embel lain yang membuatku terlihat semacam seorang Wonderwoman. Latihan semacam ini tak akan ada gunanya untukku. Tapi, kau tau lah konsekuensinya jika aku tidak mengikuti kegiatan ini, bisa-bisa nilai Pendidikan Bela Negaraku berada di bawah standar, dan tentunya aku harus tetap mengikutinya di semester depan. Jadi, lebih baik aku bersusah-susah sekarang lalu berhappy-happy kemudian.

 

Ray, kau masih diam saja? Okay, barangkali penjelasanku belum cukup membuatmu faham. Meski begitu, aku akan tetap melanjutkan ceritaku. Kau tak melihat kobaran api dimataku ray, pertanda aku sangat membenci 9 hari itu? Ah, kau mana tau tentang kobaran api yang ada di mata itu, itu majas ray. Katanya sih majas itu bisa membantu kita mengungkapkan sesuatu yang sulit di ungkapkan. Baiklah, tak usah kita membahas tentang majas-majas lagi, aku takut kau semakin pusing. Selama 9 hari Diksar, aku di latih oleh belasan TNI-AD di Bataliyon Infanteri 315 Garuda ray. Wuih, seharusnya aku bangga bisa tinggal beberapa hari di Bataliyon ternama. Tapi, aku tak bangga sama sekali ray. Kau tau, aku dan ke-22 temanku harus jalan kaki dari kampusku yang berada di Cilibende menuju bataliyon yang jaraknya jauh sekali, dengar-dengar istilah jalan jauh itu adalah long march. kakiku lecet dan perih ray. Kau tak sedihkah mendengarnya? Belum lagi panas dan polusi akut ditengah jalan raya. Aku semacam frustasi, ingin menangis tapi takut dibilang cengeng. Dan, kau tau apa yang terjadi selanjutnya? Sesampai di gerbang, kami langsung disambut dengan bentakan-bentakan dan muka garang, ingin rasanya kucakar-cakar para TNI yang kasar-kasar itu. Belum usai penderitaanku ray, kami harus jalan jongkok sambil menyanyikan lagu Syukur. Bisakah kau membayangkan betapa sakitnya kaki ini setelah perjalanan jauh kemudian dilanjutkan dengan jalan jongkok, apalagi diiringi dengan lagu Syukur. Ah, aku merasa seperti tawanan perang yang hinaaaa sekali. Aku marah setengah mati, dan itu hanya bisa kupendam rapat dalam hati hingga terasa sakiitt ray. Dan, selanjutnya dilanjutkan dengan Upacara pembukaan yang panasnya minta payung. Masalah upacara, kau tau sendirilah. Aku sejak kecil tidak memiliki skill untuk berdiri diam dengan tempo yang lama, apalagi jika cuaca panas. Sudah dipastikan aku akan bisa melihat puluhan kunang-kunang menari-nari memutari kepalaku, jika sudah seperti itu pandanganku akan kabur, wajah para pelatih yang ganteng-ganteng bak Leonardo D’caprio pun jadi semacam tak ada bedanya dengan wajahnya om Sule. Kau sudah mampu menyimpulkan kejadian selanjutnya? Apa? Belum? Ah, payah kau Ray, kau kurang peka sekali. Aku memang belum sampai pingsan, tetapi aku mundur dari barisan. Terserahlah mereka mau menyimpulkan apa, kalau tidak percaya mangga tanya sama ibu ku dikampung tentang hal ini. Ray? Kenapa kau masih saja diam? Apa penjelasanku belum cukup? Oh iya, barangkali kau membutuhkan cerita yang sempurna. Sesempurna cintaku padamu. Ciehh…

 

Ray, jika aku ceritakan kronologis kegiatanku dari jam ke jam, kurasa butuh ratusan halaman untuk menyelesaikanya. Jadi, aku harus meng-compress nya. Tak apa kan? Okay ray,aku ingin bertanya sesuatu, kau pernah memakan muntahan temanmu kah? Belum? Pasti belum. Kau mau tau rasanya? Rasanya sama saja dengan nasi biasa ray, hanya terasa sedikit berlendir saja. Nah, kita harus menghabiskan muntahan teman akibat dia tidak bisa makan dengan waktu cepat. Untung saja aku bisa melewatinya. Masalah makan cepat, syukurnya aku tidak mempermasalahkanya. Aku jalani semuanya dengan biasa saja  selagi aku mampu. Selama disana, aku tak banyak bicara. Yah, mungkin karena memang aku sama sekali tak bernafsu mengikuti kegiatan ini, kau tau lah bagaimana aku. Apalagi, aku kan seorang pendiam dan kalem ray (tepok jidat).

 

Kau mau tau apa lagi hal-hal yang paling menyiksa selama disana? Senam senjata. Ini bukan bicara tentang senjata yang sama seperti milik adikku ray, yang apabila kugunakan untuk melempar semut, bukanya semut itu mati tapi malah menertawakanku. Ini beda ray. Senjata SS1 P3 namanya. Beratnya 3,8 Kg. Bayangkanlah jika kamu harus memegangnya dengan satu tangan dan mengangkat tinggi-tinggi dalam waktu lama plus dibawah terik matahari. Rasanya sudah pasti sakit, tapi ternyata ada yang lebih sakit lagi, yaitu hati ray. Aku ingin menangis, seolah menyalahkan jalan hidupku. Tak pernah aku membayangkan diriku seperti saat itu, aku memang suka berpetualang, tapi aku benci penyiksaan. Ya, bagiku semua itu adalah penyiksaan lahir batin ray. Walau pada akhirnya aku memahami esensinya. Hal yang terberat lainya adalah lari maraton di siang bolong, tidak jauh, hanya 3 kali putaran lapangan, tapi rasanya cukup membuat aku semacam sekarat (lebay). Kemudian, setelah melewati 4 hari 4 malam di Bataliyon, kita move menuju Situ Gede. Perjalanan cukup jauh, aku juga lupa bertanya berapa kilometer perjalanan saat itu. Ditengah perjalanan, kita diperintahkan berguling dilumpur, lumayanlah untuk mendinginkan badan. Walau, akhirnya malah tubuhku tidak bisa menerima keadaan. Ya, penyakit lamaku tiba-tiba mengunjungiku kembali. Kau tau ray, aku sakit apa saat itu? Ah, mana pernah kau perduli padaku. Aku tak tau pasti nama penyakitnya, yang jelas badanku gatal seperti digigit nyamuk. Tapi, kau tau ternyata ada hikmah dibalik itu semua. Karena penyakit itu, aku disuruh berjemur menghangatkan badan, sementara teman-temanku mendapat hadiah segelas jus sirsak. Kau pasti sudah membayangkan segelas jus manis dan segar bukan? wah bukan itu ray, jus sirsak varian baru rupanya. Yup, segelas air yang di estafet kan dari satu teman ke teman lain dengan syarat setiap orang harus berkumur-kumur dengan air tersebut dan membuang air kumuran itu kembali kedalam gelas, begitu seterusnya. Kau sudah bisa membayangkan sendirilah bagaimana wujud air dalam gelas itu. Nah, itulah segelas jus sirsak varian baru yang wajib dikembangkan saat masa orientasi mahasiswa baru (semacam dendam).

 

Selama di Situ Gede, kita menjalani berbagai kegiatan yang sangat padat ray. Masalah tidur, kita membuat tenda sederhana. Jangan kau kira, ini sama mengasyikkan dengan camping. Aku sering kedinginan selama disana, ya… karena sering disuruh nyebur ke Danau. Bajuku pun lebih sering kering di Badan. Ada satu kegiatan yang membuatku keki setengah mati, namanya Caraka malam. Ya, kita dibangunkan pada jam 22.00, selanjutnya dipanggil satu persatu, diamanahi sebuah berita lalu dilepas berjalan sendirian di dalam hutan. Kau kenal aku lama ray, jadi kau pasti tau kalau aku seorang penakut stadium akhir. Hii… aku selalu membayangkan hal-hal yang menyeramkan mengikuti langkahku, apalagi aku ditakut-takuti bahwa hutan itu dihuni oleh seorang nenek tua yang tiba-tiba bisa memunculkan diri. Kau tau nenek gayung? Aku tidak tau ray karena aku belum nonton film itu, aku memang tidak menyukai film bergenre horor, untung saja. Karena dengan begitu, aku jadi tak bisa membayangkan seremnya si nenek gayung. Sepanjang perjalanan, kita dipandu oleh seutas tali yang dipasang sepanjang jalan, jadi gak bakalan nyasar. Di pos pertama, mataku ditutup dengan kain, pada saat itu topiku diambil oleh pelatih, padahal kita tidak boleh menyerahkan perlengkapan apapun apalagi membongkar berita kecuali pada saat finish. Tapi, aku tidak bisa mencegah, wong mataku aja ditutup. Kalau tau kejadianya begini, mending tu topi ku umpetin terlebih dahulu didalam baju. Setelah itu, ada pengujian indera pembau. Ya, aku disuruh menebak bau rempah-rempah yang disodorkan ke ujung hidungku. Aku sudah lama tidak memasak ray, semenjak kelas satu di Pondok Pesantren hingga sekarang. Jadi, aku sudah hampir lupa dengan bau-bau rempah itu. Beberapa yang bisa kutebak hanya aroma kunyit, sambal, dan ketumbar. Untuk sambal, aku malah disuapi dan disuruh nelan. Ah, ini biasa, tidak sulit untuk sekedar menelan sambal. Di pos kedua, aku diperintahkan untuk PBB, disana ada perintah “letak senjata”, tanpa pikir panjang aku langsung meletakkan di samping kakiku. Yah, sebuah kebodohan memang, karena senjata itu langsung diambil. Aku tidak berfikir sampai kesana. Jadilah aku melanjutkan perjalanan tanpa senjata, ini kesalahan fatal ray, kalau dalam peperangan kau bisa mati ditengah jalan. Pos tiga hanya beberapa meter lagi, namun aku dibuat tertawa oleh sesuatu. Ada pocong kurcaci yang menggantung di tali, dalam hatiku semacam mengejek si sutradara pembuat pocong. Masak ada pocong buntel kayak begitu. Sesampai di pos tiga, terkesan pos yang santai. Ada seorang temanku juga yang duduk disana. Tapi, dibalik santainya pos tiga, justru inilah pos paling munafik disepanjang perjalananku. Why? Karena aku tertipu hingga beritakupun terbongkar disana. Di pos itu dijaga oleh pelatih Dodi, Pelatih Kuriansyah dan pelatih Akrom. Pelatih Dodi mengatakan ini pos terakhir, dan ini dia laki-laki berjaket merah putih (pelatih Kuriansyah) orang yang disebutkan ciri-cirinya di awal agar aku membongkar berita hanya pada orang berjaket merah putih. Kemudian, hal lain yang mebuatku tidak curiga, pada pos ini kita disuruh minum dan duduk santai. Apalagi wajah pelatih Dodi dan Pelatih Akrom yang tidak ada tampang jahil sama sekali. Ah, ternyata sama saja ray.

 

Ray, sebenarnya masih banyak kegiatan disana yang belum kuceritakan, tapi aku takut kau malah bosan mendengarkan. Ayolah, kau tersenyum dan maafkan aku.

 

Di hari ke-8, kita move lagi menuju kampus. Masih tetap dengan long march. Kali ini berhasil membuat kakiku lecet semua. Dan, akhirnya sampai juga pada hari ke-9. FREEDOM DAY. Aku benar-benar seperti masuk syurga meskipun kehidupan ini sama saja dengan hidupku yang dulu. Memang benar ray, kau takkan pernah mensyukuri sesuatu sebelum kau merasakan penderitaan.

 

Aku memang terpaksa mengikuti kegiatan ini, namun sekarang aku bersyukur ray atas jalan hidupku yang membawaku kesana. Aku tak pernah menyangka bisa melewati masa-masa yang bahkan aku tak mampu mengatakan sanggup walau didalam mimpi sekalipun. Dengan pendidikan itu, aku mengerti betapa sulitnya kehidupan disaat penjajahan dulu. Bahkan ini belum seberapa, ancaman kematian yang sesungguhnya tentu menjadi tekanan psikis yang berat sekali, bentakan, kekurangan, bau darah, dan itu semua benar, tidak hanya main-main seperti yang ku alami selama pendidikan. Aku bersyukur telah dipertemukan dengan orang-orang hebat di Menwa, yaa… Aku menyimpulkan mereka adalah orang hebat, karena tak semua orang memiliki jiwa besar yang sanggup melewati pendidikan yang penuh penderitaan, apalagi mereka mengikutinya dengan suka rela.

 

Menwa, i’ll try to love u perfectly.

 

Ray, masih marah kah? Eh, kau tersenyum rupanya.Kau tetap cinta sejatiku ray, mana ada yang menemaniku saat suka dan duka kecuali engkau. Ray, kau catatan harianku yang paling setia, Diaryku yang paling kusayang. Ray, kau jangan marah lagi ya, karena aku kembali lagi menjengukku setiap malam sebelum aku beranjak tidur, menceritakan kejadian-kejadian yang kulalui setiap harinya, Okay.

 

 

 

 

About me

 

Full name          : Sofiyatun

Nick Name        : Sofi

Birthday            : 2 Sep 1995

Hobbies            : Writing, Traveling and reading

Phone               : 085365924893/085693300692

Facebook         : So fy

Twitter               : @Fhy_shofy

Personal Blog   : Sofia-zhanzabila.blogspot.com

 

 

Next Page »